Komunitas Padhang Makhsyar #347: Zonasi Menghapus Kelas Sosial

0
234
Foto Mendikbud diambil dari news.detiks.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Sekolahpun harus tahu diri–sebab Sekolah bukan peramal nasib apalagi perumus masa depan—

Sangat tak boleh jika ada komunitas China–Arab–India–Korea–Jepang–Eropa atau lainnya membangun sekolah berasaskan pada kecintaan terhadap negara asal. Bagaimana mungkin ada sekolah lebih memuja kaisar Ming atau Khubhilai Khaan dibanding Raja Rajasa Kertanegara. Agar sekolah-sekolah tak membangun identitas berdasar ekonomi, sosial, ras atau agama.

***^^^
Kepada siapakah pendidikan itu diberikan—ketika sekolah-sekolah hanya sekumpulan penikmat teknologi dan fasiitas—lantas kepada siapa sekolah-sekolah berpihak—ini pertanyaan mendasar sebelum kemudian membincang soal kualitas dan teknis.

Bagaimana jika kemudian sekolah-sekolah justru mempertajam kelas sosial di masyarakat– menjadi semacam faberik borju para kapitalis–penyelenggara pendidikan hanya memikirkan untung sebab sekolah menjadi semacam industri untuk merawat deskriminasi atas siapa yang pintar dan kaya untuk mampu mengganti biaya pendidikan.

Pendidikan adalah soal kebijakan nasional—haram ada kelompok atau komunitas membuat kebijakan sendiri-sendiri berdasar kepentingan masing-masing. Ada falsafah dan tujuan pendidikan nasional yang harus ditaati bersama saat sekolah didirikan dan dibangun. Semua harus taat asas dan aturan yang bersifat nasional tanpa kecuali.

*^^*
ZONASI hanya sasaran antara untuk menghapus kelas sosial: baik ekonomi–latar belakang pendidikan orang tua–bahkan lebih jauh agar anak-anak pintar tak hanya ngumpul di satu sekolah agar tidak hanya orang-orang tua borju saja yang menikmati pendidikan berkualitas karena mampu bayar.

ZONASI bukan hanya soal jarak tempuh–Zonasi menghapus jarak sosial, ekonomi, budaya, juga pikiran, bahkan cara pandang dan cara berpikir yang holistik dan intetgral agar pendidikan bisa dinikmati semua rakyat tanpa memandang status sosial. ZONASI adalah soal kerakyatan. Jika ada yang belum menemukan jawab tentang Keadilan sosial dalam pendidikan: ZONASI adalah jawaban cerdik. ZONASI bukan tujuan akhir..

ZONASI adalah soal ikhitiar memangkas deskriminasi terhadap anak. ZONASI adalah soal Demokrasi pendidikan. ZONASI adalah soal pemerataan dan keadilan mendapat pendidikan yang layak bagi semua rakyat. ZONASI adalah membangun nasionalisme–memangkas radikalisme sosial–meratakan ekstrimisme dan kesenjangan ekonomi dan membangun kesetaraan. ZONASI adalah soal cara memangkas agar pendidikan tak hanya dinikmati sedikit orang.

*^^^*
ZONASI adalah pintu bagi keadilan dan pemerataan pendidikan yang humanis. Merubah tata kelola yang efektif dan efisien–merespon perubahan global dan menjawab dengan cerdik pada setiap perkembangan. Mungkin ada yang tersingsal dan itu wajar–tak ada konsep yang sempurna, dibenahi sambil berproses … ZONASI itu pikiran besar dan cara pandang jauh ke depan —

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here