Komunitas Padhang Makhsyar #356: Hari Raya Qurban: Hari Makan dan Minum

0
48
Foto pembagian daging oleh takmir Masjid At Taqwa Pimpinan Ranting Jajartunggal diambil oleh Den peyi

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Kurban itu afdhal disembelih sendiri disaksikan bersama keluarga. Bukan dititipkan atau diserahkan. Di hias–dikarak–dipamerkan dan dibaui. Tidak boleh dipotong kuku rambut dan kulit. Setelah disembelih, daging nya dimasak kemudian dimakan-disimpan-dan dibagi. Masing-masing 1/3. Boleh juga untuk perbekalan.

Apakah dibagi mentah atau sudah di masak itu soal teknis. Apakah di masak rendang, sate, tongseng atau kornet itu soal selera. Apakah di taruh di tas plastik atau besek itu urusan politik.

^^^
Hari Raya I’edl Adha di mana di dalamnya ada ibadah qurban adalah hari makan dan minum–pada hari tasyrik itu umat Islam diharamkan puasa–ini adalah hari suka cita–hari berbagi daging–gulai–sate–rendang dan segala macam–bersama kerabat dekat handai taulan–di makan bersama yang berkurban dan orang miskin yang minta(al qani) dan yang tidak minta (al mu’tar).

Rasulullah saw pernah suatu ketika berkurban 65 atau 90 ekor onta–beliau sembelih sendiri kemudian diteruskan Ali–kemudian beliau mengambil beberapa bagian daging untuk di masak kemudian beliau makan bersama kuahnya. Ini hadits mutawatir.

Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang-orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta”. (QS. Al-Hajj.36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah menyembelih hewannya, ia meminta sebagian daging dari untanya dan dimasak. Kemudian memakan dagingnya dan mencicipi kuahnya. (HR. Muslim).

^^^
Puasa 9 hari atau amalan lain pada 10 Hari pertama di bulan dzulhijjah. Shalat iedl di lapangan. Berjalan dan puiang pada jalan yang berbeda. Tidak makan sebelum shalat. Kemudian menghiasi dan mengarak hewan kurban. Inilah Hari suka cita. Kiswah–kain penutup Kabah diganti pada 9 Dzulhijjah, Menghias rumah, menziarahi keluarga dan sahabat, jamuan makan dari daging kurban, memberi hadiah, mengenakan pakaian baru dan bersih, pulang kampung. Inilah hari raya bagi muslimin. Tasyrik hari gembira dan suka cita .. takbir–tahmid–tahlil–tasbih–terus digemakan … sebagai tanda syukur karena telah diberi kegembiraan …

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here