Komunitas Padhang Makhsyar #482: Negara Penjaga Malam

0
158
Foto Ilustrasi diambil dari Instagram

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Bukankah negara sudah bisa buat warganya nyenyak tidur–kenapa masih perlu ada laskar-laskar yang keberadaannya kerap meresahkan.

Di Amerika setiap 14 menit ada orang mati terkena peluru nyasar–100 orang sehari. Manusia memang suka menumpah darah (yasfiqud-dimaa’) sergah malaikat ketika Tuhan hendak menciptakan Adam–bahkan iblis sempat ciut nyali dan menolak sujud lalu diusir.

*^^^*
Kewajiban negara bukan saja menyediakan makanan–pendidikan layak atau tuntutan klise tentang keadilan. Negara juga punya kewajiban menjaga setiap warganya bisa tidur nyenyak di malam hari.

— Satu pekan sebelum penembakan massal di El Paso, Texas dan Dayton, Ohio sudah ratusan orang di Amerika Serikat (AS) yang tewas karena kekerasan senjata api. Organisasi anti-kekerasan senjata api Gun Violence Archive mengumpulkan data dari laporan polisi dan media-media lokal.

Tapi karena hal itu terjadi hampir tiap hari maka menunjukan ada epidemi kekerasan senjata api di AS. Berdasarkan data pemerintah AS yang digabung dengan organisasi anti kekerasan senjata api lainnya Everytown for Gun Safety setiap tahun lebih dari 36 ribu orang tewas tertembak.

Artinya sekitar 100 orang per hari atau satu orang setiap 14 menit. Sekitar 60 persen kematian karena senjata api karena bunuh diri. Sepertiganya karena pembunuhan.

*^^*
Di negara paling digdaya di dunia itu, negara justru tak mampu melindungi warganya sendiri dari sasaran peluru liar. Sistem keamanannya justru lumpuh, tak berdaya menghadapi amatiran. Amerika adalah contoh buruk negara gagal melindungi warganya. Negara yang dikenal dengan sistem keamanan paling ampuh di dunia itu, bertekuk lutut pada penembak amatiran dan orang orang stres.

Pun dengan negara-negara timur tengah dan negara Afrika lainnya yang gagal dalam hal melindungi warganya dari sasaran amuk. Wargannya sulit bisa hidup rukun.

Tak heran jika di Amerika banyak orang tak bisa tidur nyenyak–tiap saat di mall, di pasar bahkan teras depan rumah bisa saja ada peluru nyasar dari orang-orang bermasalah. Tinggal di negara maju dan kaya bukan jaminan hidup tenteram–rasa aman bisa berharga mahal.

*^^^*
Kita lupa mungkin–bahwa aman itu berharga amat mahal–sayangnya banyak diantara kita tak pandai bersyukur. Kemudian menciptakan hantu untuk dijadikan lawan sekedar melampiaskan hasrat agar terlihat heroik dan layak disebut jihadis–melawan teman seiring. Merusak yang sudah mapan. Ingin mengganti dengan yang belum pasti. Lantas diciptakan berbagai stereotype musuh bahwa kita harus melawan dan berjuang … bukankah yang bertakbir keras dan pelan hasilnya sama saja … saatnya rukun agar tidur bisa nyenyak.

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here