Komunitas Padhang Makhsyar #497: BJ Habibie: Ruhe, Bitte In Frieden

0
54
Foto Mendiang BJ Habibie dan Ainun diambil dari google

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Bangsa Jerman berduka bahkan lebih berduka ketimbang bangsa Indoenesia—

Kepada Buya Syafi’i Ma’rif, Bu Ainun pernah mengatakan bahwa Pak Habibie adalah manusia tersulit di muka bumi. Tetapi sekiranya saya mati dan sempat hidup kembali, saya akan mencari Habibie lagi.”

^^^
Ruhe, bitte in Frieden, Pak Habibie. Anda meninggalkan kami. Kami tak akan lupa: tak disangka-sangka tanah air telah anda buka ke jalan demokrasi–GM.

Ketika Habibie dilantik jadi presiden pilihan Suharto, dan demonstrasi besar memprotes. Tak dinyana, Habibie bukan boneka Suharto. Pelajaran dari sejarah: ketika iklim politik penuh curiga, kita terlalu mudah menghakimi.

Ketika Habibie memimpin ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), banyak yang takut, atau sebaliknya berharap, mereka akan memberi hak istimewa kepada
elite Muslim. Ternyata tidak. Habibie dan banyak tokoh ICMI adalah pendukung kebhinekaan.

^^^
Tak sedikit pula tokoh nasional yang menyarankan BJ Habibie untuk mundur sebagai presiden. Sebut saja Nurcholis Madjid, Amien Rais, dan KH Abdurrahman Wahid. Mereka menasihati Habibie agar mengundurkan diri sebagai presiden. Namun, Habibie menolak hal tersebut. Ia tetap memilih untuk konsisten menyampaikan laporan pertanggungjawaban dan menyerahkan apapun keputusannya pada MPR.

“Jawaban saya adalah bahwa saya secara konsisten akan membacakan pidato pertanggungjawaban saya dan terserah pada penilaian para anggota di Sidang Umum MPR untuk menilainya. Jikalau diterima, maka saya akan meneruskan tugas saya dan mendaftarkan diri sebagai calon Presiden ke-4 RI. Namun jikalau pertanggungjawaban saya sebagai presiden tidak diterima, maka saya tidak bersedia untuk dicalonkan kembali,” tulis Habibie.

^^^
“Ketika saya memasuki ruang sidang didampingi ketua (Pak Amien Rais) dan para wakil ketua MPR lainnya, saya disambut sebagian besar tepuk tangan dan beberapa lagi sorakan dan ucapan yang sangat menyinggung perasaan,” ujar Habibie.

Saya menahan diri dan tiap langkah saya iringi dengan panjatan doa kepada Allah SWT, saya memohon ampun atas segala kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja yang pernah saya lakukan. Saya mohon ampun pula atas sikap dan perlakuan mereka yang mungkin tak sadar atas perbuatannya,” kisah Habibie.

Berilah kepada Bangsa Indonesia pada umumnya, khususnya para wakil rakyat yang hadir di ruangan ini, kekuatan dan petunjuk mengambil jalan yang benar sesuai kehendak-Mu. Berikanlah saya kekuatan untuk menghadapi semua dengan tenang dan bijaksana,” ucapnya berdoa.

^^^
Pada akhirnya kita semua akan dikenang. Apakah dikenang karena kebaikan atau dikenang karena keburukan yang sudah kita buat .. apakah dikenang sebagai guru bangsa yang setiap langkahnya adalah teladan atau dikenang sebagai politisi jalanan yang tak lelah pidato di ujung tua.
Nabi Ibrahim as punya doa manis agar kita dikenang sebagai orang baik:
‘ .. waj’alli lisana shidqin fil’akhirin.
– (Ibrahim berdo’a): ‘ … “jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.. ..’.

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here