Komunitas Padhang Makhsyar #67: Mr.Practise and Mr. Obsesive

0
151
Foto dua wajah dari film faceoff diambil dari medium

KLIKMU.CO- Jokowi tak punya visi. Juga bukan tipe pemimpin yang bisa membangun mimpi. Apalagi bisa bangkitkan ghirah ditengah sulit. Dia tipe pekerja ulet yang tak suka diganggu. Kreatif dan sederhana. Mengerjakan yang praktis-praktis. Dari pengurusan sertifikat tanah pekarangan rumah hingga sepeda ontel yang dibagi saat mendengar pidatonya yang cempreng.

Dia Presiden yang tidak bisa menulis. Pidatonya apalagi, datar cempreng dan membosankan. Mendengar pidato nya lima menit saja serasa lima jam. Jokowi tak punya kekuatan yang dibutuhkan untuk memimpin 261,1 juta (2016) lebih penduduk Indonesia yang tersebar di berbagai pulau. Komunikasi politiknya kurang baik. Berbagai isu tak bisa cepat direspon, saat merespon pun tidak meyakinkan. Maka isu apapun selalu menyebar tanpa kendali.

Banyak gagasan bagus tak bisa dikomunikasikan dengan baik. Pidatonya datar. Suaranya cempreng tanpa intonasi, tak bisa menulis dan ini adalah kelemahan mendasar. Rakyat banyak yang tak paham dan kerap menerima informasi tak berimbang. Mestinya ada juru bicara Presiden se kelas jubir gedung putih atau setidaknya setara dengan era Gus Dur dengan jubir puluhan dan selalu berganti setiap ada momen. Untuk mem-back up kekurangannya.

Jokowi adalah Mr practise konon juga kerap membuat repot protokoler dan pas-pampres. Banyak informasi putus di tengah tanpa penjelasan utuh. Kenapa harus membangun toll beribu-ribu kilo dan kenapa harus ngutang. Mestinya ada pidato di Majlis MPR RI sebagai musyawarah tertinggi untuk menjelaskan semua kebijakan selama setahun atau dua tahun agar informasi tidak bergulir liar.

Lain Jokowi lain Prabowo. Kemanapun pergi sudah macak Presiden. Bahkan lebih bergaya Presiden ketimbang Presiden beneran. Baju khas model Soekarno lengkap dengan tongkat komando, kacamata hitam model klasik dan sepatu boot. Belakangan malah terlihat macak seperti Presiden Komunis Rusia Alexander Putin. Bertelanjang perut sambil naik kuda kesayangan berharga milyaran. Selalu dikawal dan senang mendapat apllause. Khas gaya pemimpin revolusi dan pemimpin diktator jaman perang.

Kalau pidato lucu. Inginnya bergaya mirip Soekarno atau Hitler tapi sayang hanya gerak tangannya yang mirip. Tapi Isinya pas-pasan. Standard dan tidak ada sesuatu yang bisa menggerakkan. Kecuali gerak tangannya yang lebih cepat ketimbang lisannya. Berapi-api khas pidato revolusi.

Dia tipe Presiden yang menyukai ketidak-stabilan khas gaya prajurit perang. Indonesia bakal bubar, katanya. Adalah obsesi keadaan atau situasi buruk, dengannya ia berharap bisa bakal tampil menjadi hero.

Kalau boleh saya berharap ada pemimpin selain dari keduanya. Sebab keduanya sudah mengandung seteru, konflik dan dendam politik tak berkesudahan. Saatnya di akhiri agar Indonesia kembali tenteram dipimpin oleh pemimpin hasil kompromi. Tahun 2019 Ganti Presiden, .. tapi maaf .. .. bukan Prabowo.

Kyai Nurbani Yusuf Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here