Komunitas Padhang Makhsyar #68: SBY Menakar Peluang

0
524

KLIKMU.CO- Konflik antara pendukung Jokowi dan Prabowo yang terus menerus tanpa ada titik temu dibaca cerdas oleh SBY sebagai sebuah peluang untuk mengusung calon alternatif. SBY adalah orang yang paling pintar membaca peta politik termasuk membuat kalkulasi jitu bagaimana memenangi sebuah pertarungan dengan tidak harus bekerja keras.

Sementara FPI dan partai-partai berbasis massa Islam telah bekerja keras mengerahkan massa termasuk harus head to head melawan PDIP dan pendukungnya malah hanya berfungsi membuatkan jalan yang lempang. Sekaligus menggelar karpet merah agar sang putra mahkota melenggang tenang. Lazimnya partai-partai Islam yang selalu riuh tapi sepi dan tak pernah ada goal dibuat. Boros energi dan lelah saat petarungan sesungguhnya di helat.

Kecerdikan SBY dan Demokrat adalah tidak larut dalam konflik dua kubu yang berseteru. Tetap berada di tengah dan tidak menjadi bagian dari konflik sembari menjajagi hubungan baik antara keduanya. Sebuah politik oportunis yang cerdas sambil menunggu kedua kubu berseteru ‘sampyuh’ kelelahan lalu ambil jalan pintas menyalib di tikungan. Cara politik yang efisien dan hemat energi dan feed saat bertarung.

Dengan menjaga netralitas maka Demokrat akan menjadi partai alternatif yang tidak memihak dan itu adalah cara cerdas untuk mendapat limpahan suara liar. Demokrat berusaha menjaga hubungan baik dengan siapapun termasuk dengan dua kubu yang berseteru berikut gerbong partai yang mengusung.

SBY dan Demokrat tetap piawai. Tidak banyak membuat statement politik kontroversi yang kontra produktif apalagi memetakan lawan politik yang tidak penting. Sebab politik adalah mencari teman dan dukungan bukan terus mencari lawan dan musuh. SBY ingin calon yang di usung kelak di dukung oleh semua. Bukan calon partisan yang mengedepankan golongan dan agama tertentu. Ini calon Presiden bukan calon ketua ormas.

Sebuah cara pandang yang luas dan berwawasan jauh ke depan. Kesadaran nasionalisme ini penting dimiliki politisi muslim agar bisa leluasa bergerak dan diterima semua golongan bukan hanya berjuang pada kepentingan sempit satu golongan atau manhaj tertentu yang dibungkus atas nama agama.

Bagaimanapun politik adalah soal seni (art), cerdas memainkan isu, pintar membaca situasi dan tepat mengambil keputusan. Termasuk kapan diam dan kapan bersuara bukan terus mengumbar statement kontroversi, menciptakan suasana gaduh apalagi polarisasi pemilih. Dan yakinlah bila cara demikian terus dilakukan kita akan ditinggalkan pemilih. Ini soal 197 juta kepala pemilih dengan berbagai latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan agama, dan SBY ada di jalan politik yang benar.
Wallahu a’lam

Kyai Nurbani Yusuf Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu dan
Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here