Komunitas Padhang Makhsyar #76: Cerdas Kelola Isu: Para Salaf Korban Hoax

0
46
Foto dunia penuh berita hoax diambil dari tempo.co

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Adalah Abdullah bin Abu Sarh wakil Ustman ra di Mesir sering bertindak sewenang-wenang, hedon dan tidak adil, banyak orang termasuk para sahabat besar semisal Ali bin Abi Thalib, Thalhah, Abu Dzar bahkan Aisyah ummul mu’minin menginginkan agar orang ini diganti.

Muhammad bin Abu Bakar diusulkan para sahabat menjadi pengganti wakil khalifah di Mesir. Namun pengikut Ustman marah dan tidak puas, mereka menekan khalifah melalui sekretarisnya Marwan bin Hakam, untuk menulis surat kepada wakilnya di Mesir agar membunuh Muhammad bin Abu Bakar dan kawan-kawannya.

Surat ditulis dan diantar seorang utusan khalifah, di tengah jalan utusan khalifah bertemu serombongan dan ditanyai, hendak kemana dan digeledah, lantas ditemukan surat yang dibungkus timah yang berisi perintah untuk membunuh Muhammad bin Abu Bakar. Setelah membaca surat, Muhammad bin Abu Bakar kembali ke Madinah menemui khalifah bersama Ali ra.

Ali bertanya apakah orang ini utusan anda, apakah ini onta anda, apakah ini cincin stempel anda ? Semua dijawab .. ya. Tapi Ustman bersumpah bahwa dia tidak pernah menulis surat perintah membunuh dan dia tidak tahu dengan semua ini, Ali menimpali:” bagaimana mungkin Anda tidak tahu padahal ini onta, cincin dan pesuruh Anda ?

Beberapa orang menuntut agar Marwan bin Hakam diserahkan, tapi Ustman menolak karena takut Marwan dibunuh. Orang-orang Mesir semakin ribut dan gaduh sebelum disuruh keluar oleh Ali, tapi mereka malah kembali dan bergabung bersama teman-temannya yang menunggu diluar mengepung rumah khalifah.

Saya tidak tahu kebenaran cerita ini yang merebak ketika isue tentang nepotisme dan korupsi yang dilakukan para pejabat keluarga khalifah terus mengemuka yang menyebabkan kekecewaan para sahabat besar termasuk Abu Dzar. Ali, Thalhah bahkan umul mu’minin Aisyah ra.

Sudah kasat mata, para pejabat hidup mewah berkecukupan sementara para penduduk pedalaman berkekurangan, berbanding terbalik dengan masa Nabi saw dan dua khalifah sebelumnya Abu Bakar ra dan Umar Ibnu Khattab ra yang sederhana, bersahaja dan menjaga ghirah.

Kekecewaan terhadap gaya kempemimpinan sayidina Ustman ra makin kuat karena banyak kebijakan yang oleh sebagian masyarakat dianggap hanya menguntungkan keluarga dan kroni. Berbagai isu dan berita tentang keburukan khalifah terus menyebar hingga pelosok desa dan daerah-daerah taklukan. Tidak sedikit yang kemudian membuat gerakan protes bahkan sebagian membentuk pasukan untuk memberontak.

Puncak kekecewaan dilampiaskan dengan merencanakan makar terhadap kekuasaan khalifah yang dinilai korup dan tidak berpihak pada rakyat. Termasuk isu digantinya pejabat-pejabat yang tidak seiring termasuk diantaranya perintah membunuh Muhammad putra Abu Bakar karibnya yang kerap berseberangan.

Isu nepotisme, korupsi dan konspirasi membunuh lawan politik yang berseberangan menjadi daya dorong ambruknya kekhalifahan, ikatan Ukhwah Islamiyah remuk karena ambisi, semua berpangkal dari isu dan berita-berita bohong yang entah datang dari mana. Pengalaman masa ke-Khalifahan Ustman adalah halaman hitam sejarah umat Islam yang hingga hari ini masih sangat terasa, aroma dendam, permusuhan dan lahirnya berbagai firqah karena kepentingan politik masa silam.

***
Berbagai upaya membangun opini dan persepsi buruk dibentuk untuk membuat sebuah kondisi agar pemerintahan terlihat buruk dan menciptakan suasana Chaos: Isu tentang prajurit berani mati dari China, bangkitnya komunis, reklamasi dan penggusuran, hutang luar negeri, Syaiah, 9 naga dan masih banyak lagi adalah beberapa prasyarat agar pemakzulan kekuasaan menjadi halal.

Dan saatnya para ulama, pendeta , Romo, Pastur, Resi, Bantey. cendekiawan, para panutan, bijak membaca dan arif berpikir, tidak menjadi bagian dari penyebar isu, agar tidak bertindak gegabah dan larut sebagai penyebar berita-berita dari “kelompok” yang senang melihat sesama kita saling menghancurkan.

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here