Komunitas Padhang Makhsyar #90: Al Kasb (Tadarrus-7)

0
157
Foto orang berpacu dengan waktu diambil dari instockphoto.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Jika seorang hamba masuk surga karena “sebab amal baik” atau seorang hamba masuk neraka karena “sebab amal buruk” Bukankah Allah tunduk kepada “sebab” ..? Siapa lebih berkuasa .. Allah Azza wajalla atau “amal” sebagai sebab ditetapkannya sesuatu.

Lalu apakah surga dan neraka tak ada korelasinya dengan amal. Jika semuanya di pahami sebagai kekuasaan Allah tabaraka wa taala tidak berbatas ruang dan waktu, masuk surga atau neraka adalah hak prerogratif Allah lantas untuk apa ada perintah dan larangan, ada baik dan buruk, ada benar dan salah.

*^^*
Sesaat setelah Adam diciptakan dari sebelah kanannya mengalir putih bersih, dan dari sebelah kirnya mengalir hitam pekat. Lantas Muhamad saw bertanya siapakah mereka Jibril ? Yang putih mengalir dari sebelah kanan Adam adalah anak cucunya yang ditetapkan masuk surga dan yang hitam pekat dari sebelah kirinya adalah anak cucunya yang bakal menghuni neraka.

Surga dan neraka sudah ditetapkan. Termasuk penghuninya. Siapa bakal
menghuni Surga tertinggi Firdaus, yang setiap pagi dan petang bisa melihat Allah azza wajalla hingga surga paling rendah di Adn. Juga siapa penghuni yang pertama kali masuk dengan membawa kunci pintu surga hingga orang terakhir masuk setelah sekian lama menghuni neraka. Semua tak ada yang luput dari ketetapan Allah. Termasuk kita entah pada surga atau neraka yang mana kita bakal tinggal.

Hanya 70 ribu orang di semesta raya dari sejak Adam as diciptakan hingga manusia yang terakhir sekali lahir pada hari kiamat sudah ditetapkan masuk surga tanpa di hisab, selain yang 70 ribu orang itu bakal masuk neraka duluan. Tidak kecuali para habaib, kyai atau ulama junjungan termasuk kita semua.

*^^*
Semua orang akan mendatangi neraka nya tidak kecuali kita:”Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamat-kan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut. [Maryam/19: 71-72].

Tanpa sedar, aku merasa takjub dengan amal solehku. Aku merasa telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah Taala dlm daftar orang-orang saleh penghuni surga. Dengan deret amal itu saya berharap Allah menetapkan sebagai salah satu penghuni surga. Tapi saya keliru rasa takjub itu telah menghapus semua amalanku tanpa sisa.

Kita semua, tanpa kecuali bakal masuk neraka sebelum kemudian diselamatkan Allah. Kita berharap bukan bagian dari orang-orang yang ditinggal dan dibenam di neraka karena masuk kawanan orang zalim. Lantas kenapa kita merasa telah aman. Seakan sudah masuk daftar para salihin karena merasa telah berbuat bajik, membanggakan amal saleh sambil merendahkan orang lain yang kebetulan berbeda. Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here