Komunitas Padhang Makhsyar #93: Ruwaibidhoh: Orang Jahiliyah Pandai Bicara (Tadarrus-14)

0
54
Foto burung kakak tua diambil dari bajol.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu “ruwaibidhah” ikut nimbrung.” Ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas (negara): (HR. Ibnu Majah, dari Abu Hurayrah).

*^^^*
Teknologi informasi telah menghilang jarak, ruang juga waktu. Semua bisa mendapat dan memberi informasi tanpa batas dengan tidak mengenal status sosial, pendidikan, ekonomi bahkan agama. Semua bisa memberitakan tanpa batasan, sehingga pekerjaan jurnalis pun mengalami reduksi, berita bukan lagi monopoli pekerjaan para jurnalis tapi siapapun bisa melakukannya meski dengan kualitas, etik dan akurasi yang tidak perlu diuji.

Dunia maya: medsos dengan segala perangkatnya telah menjadi dunia baru yang lebih dinamis, sekaligus mengerikan, tidak mengenal etika apalagi kesantunan. Di dunia ini semua menjadi boleh karena aturan longgar dan tidak dibebani tanggungjawab, yang penting bicara dan bercakap sebanyak-sebanyaknya.

Maka tak heran jika sering terjadi diskusi lucu antara seorang profesor dengan seorang juru parkir membahas tentang ideologi komunis, atau seorang ekonom alumni Barkley dengan bakul pracangan. Seorang ulama khos alumni pesantren besar harus berjibaku dengan santri ahli copas, Dan yang menggelikan profesor, ekonom dan ulama itu harus menyerah karena kalah ngeyel, meski untuk menjadi profesor, akademisi dan ulama dibutuhkan waktu bertahun-tahun dengan biaya dan tenaga yang tidak murah.

*^^*
Ruwaibidhah para penimbrung, tiba-tiba merasa lebih pintar dari profesor, merasa lebih ahli ketimbang para zaken, dan merasa lebih alim ketimbang para ulama. Pandai sekali berkomentar dan mengkritik, lalu pergi tanpa beban. Para ruwaibidhah ini adalah kumpulan orang-orang yang punya banyak waktu luang sehingga memiliki kesempatan lebih banyak memegang Gadget. Dan kita tahu siapa saja mereka.

Ruwaibidhah tidak melakukan apapun kecuali ketrampilan menghakimi dan menghujat setiap tindakan. Dari utang luar negeri hingga THR. Mereka mengkritisi kebijakan Presiden, Polri, Panglima, Mentri, Gubernur, MPR, DPR para tokoh baik politik, budaya, ekonomi bahkan ulamanya sekalipun tak luput dari perhatian dan kritik tajamnya, semuanya mereka nimbrung bicara meski dengan pengetahuan sepenggal.

Kumpulan Ruwaibidhah merasa sudah bekerja dan banyak berbuat meski hanya nimbrung bicara, karena memang itulah pekerjaan utamanya. Prediksi nabi saw bahwa akan muncul ruwaibidhah perlahan mulai nampak .. orang bodoh pandai bicara … Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here