Komunitas Padhang Makhsyar #99: Allah Bagimu Segala Puji (Tadarrus-14)

0
122
Foto bungah yang mekar indah diambil dari twitter.com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Dalam sebuah hadits Qudsi Allah tabaraka wataala berfirman: “Bila Aku mencintai hamba-Ku, Aku beri dia cobaan dan ujian agar Aku mendengar rintihan doanya”. Berapa lama kita telah meninggalkan Allah karena sibuk urusan kerja, dikejar deadline, urusan anak, seakan waktu sehari tak cukup. Bahkan seandainya dalam satu hari ditambah masih tak cukup juga.

Kita dalam keadaan sibuk. Sangat sibuk. Hingga Allah pun kita lupakan. Seakan tak perlu ada Allah. Seakan tak perlu pertolongan Allah sebab kita merasa semua bisa kita kerjakan sendiri. Allah hanya suplemen, menjadi bagian terkecil yang tidak penting.

Sayidina Ali berkata: “Sedih saat tidak mendapat kebahagiaan dan kemulian dunia adalah kegelapan. Sedang sedih karena takut tidak mendapat bagian di akhirat sebab amal yang kurang adalah cahaya”,

***
Nyatanya kita senang berada di jalan gelap. Berbagai cara kita tempuh untuk mendapatkan. Harta, jabatan dan berbagai kemuliaan dunia lainnya. Bukanya tidak boleh. Sangat boleh bahkan dianjurkan. Tapi jangan lupakan Allah. Jangan taruh Allah ditempat yang tidak pantas.

Nabi kita bernasehat: “Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku. Dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku”.

Allah hanya ingin mendengar doa kita setiap waktu. Ada syukur, ada pujian, ada permintaan maaf untuk Allah. Allah hanya rindu dengan doa kita. Rintihan taddharu’ kita.

Ujian dan cobaan itu pertanda bahwa Allah sedang rindu dengan kita. Agar kening kita lebih lama sedikit menyentuh sajadah.

*Ketua I MUI Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here