Komunitas Padhang Makhsyar#143: Musuh Allah Adalah Musuh Kita

0
160
Foto ilustrasi setan diambil dari Inilah Banten

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Dua ulama saling membidik pada dua mimbar berbeda: antum musuh Allah .. .. ! Begitukah kira-kira jika diterjemahkan leterljik anjuran seorang ulama : Jadikan mimbar kalian menjadi tempat membidik musuh-musuh Allah dan perjuangan kalian !

*^^*
Siapa musuh Allah ? Syetan. Siapa lagi ? Yang bersekutu dengan syetan. Siapa yang bersekutu dengan syetan ? Antum .. .. ! Atau sesiapa saja yang tidak saya sukai atau siapapun yang tidak bersesuai dengan pendapat dan pikiran-ku dialah musuh Allah.

Ternyata musuh Allah itu simpel. Yang kesukaan warnanya beda dengan kesukaanku. Yang model pakaiannya tidak sama dengan yang aku pakai. Yang pilihan politiknya tidak sama dengan pilihanku. Capres yang didukung nya tidak sama dengan yang aku pilih dialah musuh Allah. Para ulama yang tidak se- Majlis dengan ulama junjunganku dialah musuh Allah. Siapapun yang bersekutu mendukung atau bersama-sama dengan orang yang bukan aku pilih dialah musuh-ku dan musuhku adalah musuh Allah.

Siapapun yang tidak hadir dalam mimbar ku yang tidak mengikuti tausiyah ku atau tausiyah temanku sesama ulama yang tidak se-manhaj denganku dialah musuh Allah. Yang fatwa dan pendapatnya tidak sama dengan fatwa-fatwa-ku adalah musuhku dan musuhku adalah musuh Allah. Karena aku adalah Allah yang lain. Jadi Siapapun antum. Aku tak perduli.

*^^*
Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, “Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orang yang sesat.’

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. Al Baqarah:120

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

*^^*
Maka terjadilah selisih meski teks ayat jelas menyatakan Yahudi dan Nasrani atau kaum munafiq sebagai musuh Allah, nyatanya kita juga bisa gampang leluasa dan fleksibel me-Yahudi-kan, me-Nasrani-kan atau me-munafik-kan siapapun yang tidak bersesuai dengan pandangan kita. Terjadilah silang sengkarut : siapa musuh Allah, dari mimbar-ku ini .. antum tak bidik jadi musuhku .. .. “. Wallahu a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here