Komunitas Padhang Makhysar #254: Siapa Terima Tantangan Tes Baca Qur’an

0
119
Foto siswa membaca Al Qur'an dari SMP Negeri 16 Surabaya oleh Beryl

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Presiden adalah imam. Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Panglima Tertinggi. Maka layak harus bisa baca Quran, tanpa alasan.

*^^*
Prabowo di dukung ijtima ulama, Jokowi menggandeng ulama. Dukungan ulama manalagi yang kita dustakan. Saatnya pembuktian. Dua-duanya mengaku di dukung ulama. Siapa diantara ke dua capres itu lebih faqih. Bukan menjadi keharusan atau persyaratan capres harus bisa bahkan fasih atau tartil baca Quran, tapi klaim bahwa hanya dirinya yang paling legitimate mewakili umat islam maka kemampuan baca Quran menjadi niscaya.

Bukan hanya baca Quran tetapi juga pengetahuan dasar lainya. Agar semua segera tuntas dan mafhum apakah capres yang didukung layak didukung para ulama atau sebaliknya. Semacam Sulaiman as yang kesal karena dua emak-emak tak henti beragumentasi berebut menjadi ibu bayi: ‘Belah jadi dua .. .. ‘ kata Raja Sulaiman as pendek. Lantas redalah semua amarah dan debat panjang yang tak berkesudahan itu… .. “.

*^^^***
Kompetisi menuju RI I makin menarik. Masuk pada wilayah privasi. Tes baca Quran di depan publik. Biar para pemilih tahu secara terbuka siapa diantara kedua capres itu yang paham agama Islam. Tidak sekadar mengaku-aku, tapi rukun iman saja tak bisa sebut dengan urut. Ini harus jelas. Menang kalah urusan nanti saatnya pembuktian apakah layak di dukung ulama atau sebaliknya.

Tak perlu banyak alasan lagi untuk menolak. Apalagi baper. Agar kami semua tahu kualitas keberagamaan kedua Capres yang mengaku di dukung para ulama itu. Bukankah Prabowo geram hingga gebrak meja karena Islamnya diragukan. Jokowi baper karena dibilang PKI.

Islam tak pantas dijadikan tunggangan. Kami rakyat ingin tahu. Apakah kedua capres itu bisa wudhu dan shalat, bukan hanya gerakan tapi juga bacaan-bacaan dalam shalat. Kami tak mau beli pepesan kosong. Mengaku Islam tapi tak bisa shalat. Amalan paling sederhana tapi prinsip.

*^^*
Tak ada yang lebih konyol dibanding ketika penegakan syariat Islam dilakukan oleh mereka yang tidak ber-ilmu dan ner-adab. Shalat di saat safar di atas kereta api dikerjakan ditengah jalan sehingga mengganggu orang lewat. Ghirah saja tak cukup. Shalat tak harus mengambil hak pejalan yang lewat sehingga harus menunggu meski 40 tahun.

Nashir bin Muqbil Walikota Al-Raqqah masa Khalifah Harun Al Rasyid pernah berfatwa agar kambing yang mengganggu penduduk diberi hukuman had. Para hulubalang berkata: ‘Bukankah kambing hanya binatang”. Nashir berkata : ‘Hukuman had harus tetap ditegakkan. Jika aku tidak melaksanakannya maka aku dikategorikan walikota yang buruk”. Berita ini sampai kepada Khalifah di Baghdad yang segera datang mengkonfirmasi (tabayyun).

Khalifah kemudian bertanya: ‘Siapa kamu? Nashir menjawab: ‘Saya adalah pelayan Bani Kilab’. Khalifah tertawa kemudian bertanya : ‘Apa yang kamu ketahui tentang hukum? Nashir menjawab dengan pede: “Dalam masalah kebenaran antara hewan dan manusia adalah sama. Hukuman had wajib diterapkan kepada binatang, dan jika binatang itu adalah ibuku atau saudara perempuanku, maka aku akan melaksanakan hukuman itu. Aku tidak takut pada celaan orang-orang”.

Mendengar jawaban Walikota Nashir itu, esoknya ia dipecat, karena bodohnya dikawatirkan banyak membawa mudharat bagi umat dan masyarakat yang tinggal di kota Al Raqqah. Ghirah saja tak cukup … butuh ilmu dan adab .. kata Khalifah tegas.
*^^*
Tapi maaf Saya tak setuju ada tes baca Quran untuk kedua capres itu, sebab akan melahirkan kegelian dan kelucuan tingkat dewa. 🙏🙏🙏🌹😄
Wallahu ta’ala a’lam

*Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Batu dan Komunitas Padhang Makhsyar

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here