Komunitas Padhang Makshyar #359: Kongres PDI-P Bali Anti Tesis Demokrasi Liberal-Sekuler

0
182
Foto Megawati diambil dari Pojoksatu.id

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Nurbani Yusuf*

Tak sedikit yang bilang bahwa Megawati dan PDIP sedang melakukan praktik oligarchi—tapi saya malah bilang sebaliknya, inilah demokrasi yang sesungguhnya–demokrasi adalah musyawarah untuk bermufakat

^^^^
Tak ada praktik money politik–tapi semua peserta kongres bersepakat bulat. Demokrasi bukan hanya soal biting suara, egality atau riuh yel yel kampanye tapi butuh keta’dziman, kepatuhan dan loyalitas. PDIP punya itu semua.

Di negara-negara liberal-sekuler praktik demokrasi tak sepenuhnya sesuai dengan norma dan keadaban bangsa kita. Sayangnya kita mengadopsi semua tanpa sisa. Bahkan demokrasi di indoensia lebih liberal dibanding negara asalnya.

Sejak kapan masa jabatan harus di batasi hanya dua periode–Presiden dipilih lewat biting suara ?
Rakyat boleh mencela dan menghina Presiden tanpa tata krama–dengan alasan kritik. Demokrasi kita hilang etika–hilang adab dan kesantunan. Semua yang tidak cocok akan dihujat.

PDIP adalah contoh baik. Ketokohan dan kewibawaan Megawati menjadi kekuatan yang menyatukan. PDIP adalah partai yang sangat solid dengan kesetiaan tinggi. Nyaris tak ada konflik pada masa kepemimpinannya dan sukses dua kali berturut memenangi pileg dan Pilpres. Capaian luar biasa bagi seorang ketua parpol.

^^
Daniel S Lev memberi catatan khusus tentang partai-partai di Indonesia yang masih bergantung pada kharisma dan ketokohan. Sebut saja Demokrat, PAN, PKB, Gerindra semuanya juga bergantung pada ketokohan. Pasang surut partai berkorelasi terhadap ketokohan. PAN dan Demokrat misalnya terus memudar seiring pudarnya SBY dan Amien.

PDI dibelah menjadi PDIP–partai ini telah teruji dan tetap eksis meski berbagai tekanan pernah dialami. Upaya untuk memecah belah PDI kerap dilakukan tapi justru berbalik–PDIP malah kebal dan memikiki daya imun yang kuat menghadapi berbagai problem internal dan eksternal.

Faktor Megawati menjadi kekuatan yang menyatukan–bahkan ketika politik identitas menguat, PDIP pun juga semakin solid dan menjawab dengan kemenangan telak–sebagai ketua partai– ibu Mega memberi contoh bagaimana mengkonsolidasi dan mengakomodasi berbagai kepentingan yang beragam tetap dalam kendali atas dasar musyawarah mufakat.

^^^
Kongres PDIP Bali adalah etalase politik nasional—tentang demokrasi, yang berbasis keta’dziman, kesantunan, keadaban dan tata krama berpolitik–bermusyawarah untuk bermufakat–bahwa tak selamanya demoktasi barat harus diadopsi tanpa seleksi.

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here