Komunitas Padhang Makshyar #66: Politik Bertauhid: Jokowi dan Prabowo Bukan Tuhan

0
8349
Foto para calon kader bangsa dari rahim persyarikatan diambil dari facebook

KLIKMU.CO- Gagasan politik ber-Tauhid yang di usung Prof Zainudin Maliki menarik dibincang, meski saya belum terima utuh.

Tak habis pikir kenapa begitu banyak orang berharap hidup bakal baik pada dua orang yang bernama Joko Widodo dan Prabowo Soebiyanto.Seakan tak ada jalan lain untuk bisa hidup sejahtera selain harus menjadikan beliau berdua sebagai Presiden. Kedua pendukung nya begitu yakin dan percaya bahkan mungkin telah masuk pada wilayah Iman, bahwa memilih Jokowi atau Parbowo adalah bukti iman. Lantas para ulama mencari ayat dan hujjah sebagai pembenar bahwa memilih Jokowi haram atau sebaliknya pun dengan memilih Prabowo.

Benarkah … ? Non sens … saya bilang. Memang siapa keduanya ? Bisa buat negeri aman sentosa. Rakyat makmur terjaga. Seakan hanya mereka berdua yang bisa buat negeri kita hidup makmur dan sejahtera atau kalau tanpa ke dua orang itu Negri kita bakal bubar, luluh lantak …. ahhhh yang Bener saja.

Katanya kita bangsa yang bertauhid. ? Katanya hanya Allah tempat bersujud. Katanya hanya Allah tempat memohon. Katanya hanya Allah tempat meminta pertolongan. Katanya hanya Allah tempat bergantung. Kok masih ada Jokowi ? Kok masih ada Prabowo ?

Keatuhidan itu bukan hanya pada saat shalat lantas lupa setelah salam. Bahkan ketika kita berpolitik pun sulit membedakan siapa muslim siapa bukan dari partai Allah atau dari partai syaithan. Sama persis tak ada beda. Suka hoax, fitnah dan tebar berita dusta. Sulit terima kritik dan berhati keras. Lalu apa yang bisa diharap.

Politik ber-Tauhid insya Allah bisa mengembalikan pada pola dasar, merekonstruksi niat agar tak belok arah. Carut marut yang menimpa negeri kita siapa tahu karena kita telah melupakan Allah. Menduakan bahkan menaruh Nya di bagian paling kumal saku kita.

Demokrasi menjelma menjadi berhala dan Thaghuts yang paling ampuh membunuh ketauhidan. Meski mengaku beriman nyatanya kita lupakan bahwa demokrasi sebenarnya hanya alat bukan tujuan, ironisnya malah diberhalakan.

Semua kita berpikiran sama, berharap: bahwa dengan sistem Demokrasi, Monarchy, Khilafah bisa mengurai segala soal. Lantas menganggap siapapun yang tidak sehaluan sebagai lawan. Karena kita telah berubah menjadi hamba demokrasi, hamba khilafah, hamba monarchy (ahlu buthun-ahlu dirham), lantas apa yang kita imani. Kemudian kita bertarung sesama muslim dengan taghuts yang kita anggap Tuhan itu.

 

Politik Ber-Tauhid gagasan Prof Zainuddin Maliki adalah gagasan segar ditengah buntu, ketika demokrasi kehilangan spiritualitas, kering tanpa etika dan hilang pribadi. Politik Ber-Tauhid adalah jawaban cerdas, mari kita sambut dengan suka cita …. semoga jalan lapang, semoga keberkahan .. aamiiin insya Allah

 

Kyai Nurbani Yusuf
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu dan pegiat Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here