Komunitas Preman Mengajar dan UMM Sambangi Anak-Anak Kampung

0
162
Mobil Kaca UMM bersama Komunitas Preman Mengajar mengunjungi anak-anak di Jabung. (Rina/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – UMM bersama Komunitas Preman Mengajar mengunjungi Desa Jabung, Kab Malang, Kamis (11/2/20221). Preman mengajar merupakan salah satu komunitas yang dibentuk sebagai wujud program kerja Republik Gubuk yang ada di Desa Jabung, Kab Malang. Komunitas ini memiliki fokus gerakan dalam bidang pendidikan.

Bersama Komunitas Preman Mengajar, UMM tidak hanya menyuguhkan buku untuk dibaca di sana, namun juga menanamkan berbagai keterampilan pendidikan karakter pada anak-anak binaan yang terdapat di Desa Gading Kembar. Mulai mendongeng, menari, hingga latihan seni bela diri bersama. Tentu semua tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

Sebelum melakukan kegiatan seperti menari dan seni bela diri, ada nilai-nilai kebaikan yang terlebih dahulu ditanamkan kepada anak-anak. Fachrul Alamsyah, atau yang sering disapa Irul, biasa memberikan refleksi dan penanaman nilai dalam setiap aktivitas mereka. Sehingga mereka tidak hanya melakukan rutinitas, namun juga memahami maksud dan tujuan gerakan serta harapan setelah mereka menguasai keterampilan ini.

“Berlatihlah secara serius, kami ingin di mana pun kalian berada, kalian akan menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain dengan ilmu kalian. Gunakan keterampilan yang kalian punya. Pergilah ke mana kalian mau dan buatlah spirit yang sama dengan apa yang sudah dilakukan oleh Gubuk Baca di mana pun kalian berada,” ucap Irul sebagai founder Republik Gubuk saat memberikan motivasi kepada anak binaan di sana.

Faris Dwi Setyawan, salah satu penggagas Gubuk Baca, juga mengungkapkan alasan mau membina anak-anak di sini. Dia menyebutkan bahwa ini adalah hasil inisiasi dari mereka yang merasa prihatin atas kebiasaan kurang baik pada anak-anak di sana.

“Anak-anak yang harusnya memanfaatkan masa pertumbuhannya untuk memperluas wawasan atau mengembangkan potensi diri malah terjebak dengan aktivitas bermain HP terus-menerus tanpa tahu waktu. Sedangkan orang tua mereka cenderung membiarkan karena kebanyakan tingkat pendidikannya pun rendah. Karena hal itulah, saya dan teman-teman yang dulunya tergabung dalam komunitas seni bela diri di kampung ini mau meluangkan waktu untuk mendampingi mereka” ucapnya.

Dony Windiarto, koordinator pendidikan Preman Mengajar, juga menuturkan kesan baiknya pada kegiatan kolaborasi ini. “Saya berharap Mobil Pintar UMM bisa berkelanjutan dengan kami, bergerak bersama untuk meningkatkan literasi di pojok kampung yang jarang memiliki fasilitas membaca. Kolaborasi ini adalah bentuk silahturahmi dari instansi pendidikan terkhusus pihak UMM dgn kami pemuda-pemudi kampung,” ungkapnya. (Rina/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here