Konsep Bertani yang Benar Sesuai Al-Qur’an Menurut Himpunan Kerukunan Tani Indonesia

0
672
Ahmad Syawaludin dalam menyampaikan materi pelatihan pertanian terpadu. (Eko/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pelatihan Pertanian Terpadu dan Standar Operasional Prosedur Budidaya Pisang Cavendis yang digelar Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Lamongan pada Rabu (12/8/2020) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kecamatan Laren dipandu oleh Achmad Syawaludin yang merupakan anggota dewan pakar Pimpinan Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Pada kesempatan ini, Syawal, panggilan akrabnya, menjelaskan konsep bertani menurut Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita semua. Landasan berpikir kita dalam bertani sesungguhnya terdapat dalam Al-Qur’an surah Al A’raf (7):58 yang menjelaskan bahwa inti pertanian itu ada di tanahnya.

“Jika tanahnya baik, tanaman kita pun akan baik. Sebaliknya jika tanahnya rusak, tanaman kita pun akan gersang,” ujarnya.

Sayangnya, perilaku petani saat ini tidak memperhatikan kondisi tanah dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia secara brutal dan cenderung meninggalkan pertanian organik. Padahal, ini sangat merusak kondisi tanah pertanian kita.

Syawal yang juga Pengurus Pusat Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) menambahkan, setidaknya ada empat pilar dalam bertani yang merujuk kepada Al-Qur’an. Pertama, pilar iman yang termaktub dalam Al-Qur’an surah ke 16 ayat 11 yang menjelaskan bahwa tanaman itu yang menumbuhkan adalah Allah SWT yang merupakan petunjuk bagi orang-orang yang berpikir.

Yang kedua adalah pilar media yang terdapat dalam Al-Qur’an surah ke 7 ayat 58. Di sini dijelaskan tanah yang baik sebagai media tanam merupakan hal yang utama yang perlu diperhatikan. Selanjutnya, pilar yang ketiga adalah pemilihan varietas yang terbaik sebagaimana dalam Al-Qur’an surah ke 2 ayat 261.

“Pilar keempat berbicara tentang teknis pertanian yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah ke 17 ayat 91,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Syawal juga mengajarkan praktik langsung cara membuat pupuk organik cair yang sangat efektif untuk kesuburan tanah kita.

Pada sesi akhir pelatihan dijelaskan standar operasional prosedur perawatan tanaman pisang cavendis sehingga bisa menghasilkan buah pisang grade A. Hal ini disampaikan oleh H. Khamim Asyari dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang juga merupakan anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Lamongan. (Eko/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here