Konser BPIP yang Menyinggung Umat Islam

0
744
Daftar nama artis pendukung konser BPIP.

Oleh: M. Rizal Fadillah

KLIKMU.CO

Konser amal untuk melawan wabah korona tanggal 17 Mei malam terasa janggal. Penyelenggaranya Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan MPR RI, Gugus Tugas Covid-19, dan instansi lain. Aneh, di tengah kebijakan PSBB dan bulan Ramadhan masih terpikir dan mampu mengadakan konser berskala “kenegaraan”. Ketua MPR sengaja berkampanye mengajak masyarakat untuk hadir dalam konser virtual.

Di 10 hari terakhir bulan Ramadhan yang dalam keadaan normal umat Islam dianjurkan iktikaf di masjid, biasa shalat Tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an. Justru kini umat harus hadir menonton konser. Sungguh menyedihkan. Menurut Pastor Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, konser ini wujud dari pengamalan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Konser “kenegaraan” ini tidak berperikemanusiaan. Suasana yang sedang dihadapi adalah keprihatinan. Ketika manusia mempertaruhkan kesehatan dan jiwanya di tengah wabah, masih sempat “nyanyi-nyanyi” terprogram. Tidak adil, karena hasil donasi sepenuhnya hanya diperuntukkan bagi pekerja seni dan seniman. Itu pun dihimpun hanya oleh satu yayasan. Bagaimana dengan masyarakat terdampak lain seperti pengemudi ojek, sopir angkot, buruh ter-PHK, pedagang kecil yang semua juga mengalami kesulitan yang mungkin lebih parah?

Tidak beradab, karena adabnya urusan dana rakyat siapa pun, termasuk seniman, adalah kewajiban pemerintah. Tidak beradab pula di tengah umat Islam beribadah khusyuk berburu malam “lailatul qadar” negara justru menyelenggarakan konser bernyanyi. Kegiatan yang sebenarnya bisa dilakukan setelah bulan Ramadhan.

Pemerintah menyinggung umat Islam yang sedang dipersulit untuk beribadah di masjid. Shalat Jumat dan shalat Id pun ditiadakan. Mudik silaturahmi tidak bisa. Ini malah konser lagi. Sayangnya, Wapres yang kiai pun bukan mencegah atau menasihati, malahan terlibat. Diagendakan untuk membacakan doa. Setelah menikmati nyanyi-nyanyi.

Kita ini ambivalen antara keseriusan dan kedisiplinan dalam mengatasi wabah di satu sisi dengan relaksasi dan “konserisasi” di sisi lain.

Grup musik Bimbo

Entah lagu-lagu apa yang akan dibawakan. Mungkin Bimbo membawakan lagu rohani, tetapi artis lainya seperti Rosa, Judika, Ruth Sahanaya, Inul Daratista, Via Vallen, dan Marion Jola belum terpublikasikan. Ini konser korona, bukan konser Ramadhan. Jadi, acara seperti ini seharusnya bisa dilakukan setelah bulan Ramadhan. Di luar bulan sucinya umat Islam.

Program BPIP ini tidak signifikan. MPR pun terlalu menyederhanakan kegiatan. Seperti kehilangan agenda utamanya sebagai lembaga penting dalam negara. Meskipun akhirnya rakyat hanya bisa mengurut dada.

Indonesia sedang berduka. Duka lara karena cara mengelola negara yang semrawut alias tidak terencana.

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here