Konsultasi Kesehatan #10: Balitaku Divonis Jantung Bocor?

0
1157
Ilustrasi diambil beritabauberita.

KLIKMU.CO

Diasuh oleh dr. Tjatur Prijambodo, MARS*)

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum w. w.
Pengasuh Konkes KLIKMU.CO yang dirahmati Allah. Anak saya sekarang ini berusia 3 bulan dan divonis dokter menderita penyakit jantung bawaan bocor 8 mm. Kata dokter, penyembuhannya hanya bisa dilakukan dengan jalan operasi. Apakah bisa pengobatan tanpa operasi? Trima kasih. Wassalamu’alaikum
darimi85@gmail.com

Jawaban:
Wa’alaikumussalam w. w.
Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan kepada kami. Penyakit kebocoran jantung pada bayi sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis, baik yang berdiri sendiri, maupun yang merupakan bagian dari sindrom (kumpulan beberapa kelainan organ yang berbeda). Baiklah, kita akan bahas penyakit jantung bawaan secara umum terlebih dahulu.

Penyakit jantung bawaan (congenital heart defects) adalah pelbagai permasalahan yang terdapat pada struktur jantung semenjak lahir. Kelainan ini dapat melibatkan dinding bagian dalam jantung, katup jantung, atau pembuluh darah yang membawa darah masuk ke jantung maupun keluar menuju tubuh. Penyakit jantung bawaan mengubah sirkulasi darah normal di dalam jantung.

Ada banyak jenis penyakit jantung bawaan. Mulai dari kelainan sederhana yang tidak menunjukkan gejala apapun hingga bentuk rumit dengan gejala yang cukup parah, bahkan hingga mengancam jiwa. Kelainan ini terjadi ketika fetus (janin) berkembang di dalam rahim, dan mempengaruhi sekitar 8-10 dari setiap 1000 anak. Penyakit jantung bawaan dapat menimbulkan gejala, baik ketika lahir, saat masa anak-anak, dan kadang gejala tidak muncul hingga menginjak dewasa.

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan
Hingga saat ini, kebanyakan penyebab penyakit jantung bawaan tidak diketahui secara jelas. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang dihubungkan dengan peningkatan peluang munculnya penyakit jantung bawaan. Faktor-faktor risiko ini meliputi:

• Kelainan genetik atau kromosom pada anak, seperti pada penderita Sindrom Down.
• Mengonsumsi obat-obatan tertentu, penyalahgunaan obat dan/atau alkohol selama masa kehamilan.
• Infeksi virus pada ibu, seperti rubella pada trimester awal kehamilan.

Risiko memiliki anak dengan penyakit jantung bawaan lebih tinggi jika orangtua atau saudara memiliki penyakit jantung bawaan, risikonya meningkat dari 8 dalam 1000 anak ke 16 dari 1000 anak.

Tipe Masalah pada Penyakit Jantung Bawaan
Masalah-masalah penyakit jantung bawaan paling banyak meliputi:
• Kelainan katup jantung. Penyempitan atau kekakuan katup atau sumbatan/tutupan penuh yang menyebabkan hambatan atau halangan bagi darah untuk mengalir melaluinya. Kelainan katup lainnya meliputi katup yang bocor yang tidak menutup dengan sempurna, sehingga menyebabkan darah bocor (kembali) ruang sebelumnya.
• Kelainan pada dinding-dinding antara serambi-serambi dan bilik-bilik jantung (atrial dan ventricular septal defects). Kelainan ini menyebabkan pencampuran abnormal dari darah yang mengandung oksigen dan yang tidak antara bagian kiri dan kanan jantung.
• Kelainan otot-otot jantung yang mengarah pada gagal jantung.

Penyakit Jantung Bawaan pada Anak-Anak
Terdapat beberapa penyakit jantung bawaan yang dapat terdeteksi dan diobati sejak bayi. Kebanyakan adalah bentuk hubungan abnormal di antara vena, dan arteri pada jantung, dan arteri yang lebih besar (seperti arteri pulmonaris dan aorta).

Kelainan ini bisa menyebabkan, darah yang “miskin” oksigen yang seharusnya menuju ke paru guna mengambil oksigen, justru mengarah ke seluruh tubuh untuk beredar. Mereka juga dapat menyebabkan gagal jantung. Beberapa contoh penyakit jantung bawaan pada bayi dan anak-anak adalah:

• Patent ductus arteriosus (ketika darah lewat tanpa melewati paru-paru, dan menyebabkan oksigen tidak mengalir ke seluruh tubuh).
• Tetralogy of Fallot (empat jenis kelainan jantung yang muncul secara bersamaan).
• Transposisi pembuluh-pembuluh besar (darah dari sisi kiri & sisi kanan jantung saling bercampur karena hubungan arteri besar tidak tepat).
• Koartasio aorta.
• Masalah katup jantung.
Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi dan Anak-Anak
Gejala-gejala penyakit jantung bawaan yang bisa ditemukan pada bayi dan anak meliputi:
• Sianosis (di mana bibir, kulit, dan kuku menjadi berwarna biru pucat).
• Napas cepat dan sulit makan/minum.
• Penambahan berat badan yang buruk.
• Infeksi paru berulang.
• Tidak dapat berolahraga dengan baik.

Terapi Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
Kebanyakan kelainan jantung bawaan akan memerlukan pembedahan atau prosedur intervensional guna memperbaiki masalah yang ada. Sering kali anak-anak dengan penyakit jantung bawaan juga akan memerlukan pengobatan guna memperbaiki fungsi jantung.

Anak-anak dan dewasa yang memiliki masalah penyakit jantung bawaan harus diterapi oleh seorang kardiologis yang ahli dalam penyakit jantung jantung bawaan. Beberapa jenis penyakit bisa jadi memerlukan pendekatan sebuah tim (yang terdiri dari beberapa dokter dengan spesialisasi berbeda) seiring dengan pertumbuhan anak menjadi dewasa.

Kemungkinan yang paling mendekati dari penyakit bawaan anak ibu adalah:
a. Kebocoran serambi jantung (atrium) ditangani dengan merujuk pada besarnya lubang, usia bayi, dan adanya kelainan jantung lainnya. Pada kebocoran jantung murni tanpa disertai kelainan lainnya, untuk lubang berukuran 8 mm tanpa disertai gejala, dianjurkan untuk menunggu hingga bayi berusia sekitar 2 tahun, untuk memantau apakah terjadi penutupan spontan ataupun pengecilan lubang.

Penutupan spontan maupun pengecilan, meskipun jarang, namun dapat terjadi pada kondisi ini. Namun jika sudah timbul gejala yang mengarah pada gagal jantung, maka dipertimbangkan untuk dilakukan koreksi kelainan sesegera mungkin. Tindakan yang dilakukan dapat berupa penutupan langsung melalui pembedahan, atau penutupan melalui kateter jantung yang dimasukkan melalui kulit anak (bukan operasi).

b. Kebocoran pada bilik jantung (ventrikel) ditangani dengan merujuk pada ukuran lubang dan kemungkinan menutupnya secara spontan seiring perjalanan waktu, kelainan penyerta, dan kemungkinan penyulit operasi.

Pengobatan dapat dimulai dengan pemberian obat-obatan yang mengurangi beban jantung, seperti diuretik (peluruh air seni), dan perbaikan nutrisi. Bila gejala sudah timbul pada anak, seperti membiru, kesulitan makan dan gagal tumbuh, dan tidak membaik dengan pengobatan, maka disarankan segera dilakukan operasi penutupan lubang dengan mempertimbangkan segala keuntungan dan risikonya. Hal ini untuk mencegah perburukan kondisi bayi menjadi gagal jantung. Tindakan penutupan lubang juga meliputi operasi koreksi langsung maupun dengan kateter.

Demikian sedikit gambaran yang bisa kami berikan pada Ibu. Kami sarankan untuk terlebih dulu mencari opini kedua (second opinion) dari spesialis jantung di RS Muhammadiyah terdekat, untuk memetakan dan memilih alternatif terbaik bagi bayi Ibu. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada buah hati Ibu, dan memberikan kesabaran bagi keluarga Ibu dalam mendampingi dan merawat si kecil.
Wassalamu’alaikum w. w.

dr. Tjatur Prijambodo, MARS
Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan KLIKMU.CO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here