Konsultasi Kesehatan #12: Nilai Matematika dan Kecerdasan Ananda

0
284
Ilustrasi diambil youthmanual

KLIKMU.CO

Diasuh oleh dr. Tjatur Prijambodo, MARS*)

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum w. w.
Pengasuh Konkes KLIKMU.CO yang dirahmati Allah, hari-hari ini saya dipusingkan dengan jelang dilaksanakannya Ujian Sekolah Utama atau Unas anak saya yang kini duduk di kelas VI. Selama ini, nilai Matematikanya 7,34 dan dia juga hanya ranking 17 di kelasnya. Saya merasa dia kurang cerdas. Saya kesulitan memilih sekolah untuknya. Apa yang harus saya lakukan. Terima kasih penjelasannya.
(emirhami@gmail.com)

Jawaban:
Wa’alaikumus salam w. w.
Ibu Emy yang dirahmati Allah. Di QS At-Taghabun:15 dijelaskan, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” ‘Keluhan’ seperti bu Ery, jamak kita temui di sekitar kita. Seorang ibu akan menargetkan anaknya menjadi juara kelas dan membuat si Ibu bangga. Juga, seringkali kita jumpai, ibu-ibu pada kebingungan kalau anaknya tidak pandai Matematika. Benarkah, Ranking 1 di kelas dan pandai Matematika adalah ukuran kehebatan/kecerdasan seorang anak? Mendidik anak bukan hal yang mudah. Guru dan orangtua harus paham betul dengan kondisi, perilaku, dan karakter anak dengan baik.

Di lingkungan kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai rapor atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak. Seorang anak bisa jadi unggul di bidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain, anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda.

Sebenarnya Cerdas itu apa sih? Menurut Dr. Howard Gardner, cerdas adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan. Jadi, apa artinya ranking 1 (yang memang teknik penentuannya berdasarkan jumlah nilai rapor terbesar) di kelas atau hebat matematika kalau dalam kesehariannya si anak kelihatan culun, takut dengan orang lain, dan hanya bisa menangis kalau nggak bisa melakukan sesuatu? Betapa banyak kita lihat, orang yang ‘gagal’ dalam hidupnya, padahal saat kecilnya dulu selalu ranking 1 dan hebat matematikanya. Sebaliknya, betapa banyak orang-orang sukses yang waktu sekolahnya dulu selalu menempati ranking tidak terlalu bagus atau malah ranking bawah.

Pandai Matematika hanyalah sebagian kecil kecerdasan yang harus dimiliki oleh seorang anak. Literatur-literatur terbaru menyebutkan, ada 9 kecerdasaan yang sebisa mungkin dimiliki anak. 9 kecerdasan itu adalah : Logika-Matematika, Kinestetik, Natural, Linguistik, Spasial, Musik, Intrapersonal, Inrterpersonal, dan Spiritual.

Pandai Matematika hanya seper-sekian persen saja dari seluruh kecerdasan anak. Orang sesukses Michael Jordan belum tentu pintar Matematika, apalagi Afghan sang Penyanyi. Bahkan mungkin, Pak Amien Rais belum pernah ranking 1 di sekolahnya(?). Selama ini kita banyak terfokus pada otak kiri yang memang ‘ngurusi’ masalah Logika, Tulisan, Angka, Hitungan, Urutan, dan Short Term Memory. Sementara, otak kanan banyak kita ‘istirahatkan’, padahal otak kanan berperan besar dalam proses Imajinasi, Emosi, Kreatifitas, Musik, Warna, dan Long Term Memory.

Pertanyaannya adalah, “Mungkinkah kita bisa optimalkan semua jenis kecerdasan itu?” Jawabannya adalah mustahil. Oleh karena ke’mustahilan’nya itulah, maka jangan pernah memaksa anak kita ranking 1 atau hebat Matematika. Sementara, sebenarnya anak kita lemah di bidang itu dan punya kelebihan di bidang lain. Coba kita urai satu persatu kecerdasan anak:

1. Logika – Matematika, kecerdasan yang terkait dengan angka dan hitung-menghitung serta nalar. Contoh, Albert Einstein dan Thomas Alva Edison.
2. Kinestetik, kecerdasan yang terkait dengan gerak tubuh dan aktivitas fisik, lebih mudah mengingat sesuatu dengan melakukan gerakan daripada melihat atau mendengar. Contoh, Andik Virmansyah dan Muhammad Ali.

3. Natural, kecerdasan yang terkait dengan alam dan mempunyai perhatian lebih kepada lingkungan hidup. Contoh, Harun Yahya.
4. Linguistik, kecerdasan yang terkait dengan bahasa dan cerita, mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, lisan maupun tulisan. Contoh, WS. Rendra dan Winston Churchill.

5. Spasial, kecerdasan yang terkait dengan gambaran suatu ruang, mudah menggambarkan ruangan dalam sudut pandang yang berbeda-beda dan menyukai seni rupa. Contoh, Affandi, Pablo Picaso.
6. Musik, kecerdasan yang terkait dengan nada, irama, dan bunyi-bunyian, mudah memainkan alat musik dan pandai bernyanyi. Contoh, Fatin Sidqia, dan Opick.

7. Intrapersonal, kecerdasan yang terkait dengan sensitifitas diri sendiri, senang menikmati kesendirian dan menghasilkan sesuatu yang lebih hebat bila sesuatu dikerjakan sendiri. Contoh, Sigmund Freud
8. Interpersonal, kecerdasan yang terkait dengan sosialisasi, pandai berkomunikasi bahkan memanipulasi. Contoh, Ayatullah Khomeini.
9. Spiritual, kecerdasan yang terkait dengan akhlak dan perilaku keagamaan. Contoh, Amien Rais, Din Syamsudin, dan Syafig A. Mughni.

Di antara kesembilan kecerdasan yang ada, yang paling penting adalah Kecerdasan Spiritual. Tanpa Kecerdasan Spiritual, 8 kecerdasan itu akan menjadi bumerang bagi hidup dan kehidupan. Sebagai orangtua, kadang kita lupa mendidik anak untuk cerdas spiritual, dan lebih memikirkan cerdas yang lain. Tugas kita sebagai orangtua adalah melihat kelebihan anak kita di ‘kecerdasan yang mana’ untuk kemudian kita optimalkan sebaik mungkin. Fenomena paling up to date adalah Tukul Arwana dengan “ kembali ke….laptop”-nya. Siapa yang menyangsikan bahwa kehidupan Tukul saat ini dibilang sukses? Apakah waktu sekolah Tukul dulu ranking 1? Apakah Tukul, dulu pinter Matematika? Banyak orang bilang kelebihan Tukul terletak pada ‘kekurangan’ nya. Banyak orang tidak paham bahwa Tukul punya kecerdasan Linguistik dan Interpersonal dan hal itu baru terbaca oleh tim kreatif empat mata yang kemudian mampu mengemasnya menjadi sesuatu yang layak jual. So, kembali ke…

Bu Emy tidak perlu kuatir, daftarkan putra ibu ke Sekolah Muhammadiyah, karena insyaallah guru-guru di sekolah Muhammdiyah telah dibekali tentang jenis kecerdasan anak dan akan mengoptimalkan kecerdasan yang dimiliki murid-muridnya. Selamat mendaftar ke SMP Muhammadiyah terdekat.
Wassalamu’alaikum w. w.

dr. Tjatur Prijambodo, MARS
Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan KLIKMU.CO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here