Konsultasi Kesehatan #13: Mata Katarak, Bagaimana Preventif dan Kuratifnya?

0
287
Ilustrasi diambil dw.com

KLIKMU.CO

Oleh dr. Tjatur Prijambodo, MARS*)

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum w. w.
Pengasuh Konkes KLIKMU.CO yang saya hormati. Saya seorang guru di SD Muhammadiyah. Usia saya 51 tahun. Beberapa bulan ini kalau melihat sesuatu seperti ada kabutnya, jadi agak kabur. Apakah saya terkena Katarak. Bisakah Katarak disembuhkan dengan obat tetes mata? Apakah Katarak termasuk penyakit menular. Terima kasih penjelasannya. (azizah@gmail.com)

Jawaban:
Wa’alaikumussalam w. w.
Bu Azizah yang dirahmati Allah, tidak semua gangguan penglihatan mata berupa kabur, pasti Katarak. Secara data empiris, memang Katarak adalah penyakit mata paling umum dan sering terjadi, yang disebabkan oleh pengeruhan lensa mata. Katarak adalah perubahan lensa mata yang seharusnya jernih dan tembus pandang menjadi keruh, akibatnya obyek yang dilihat menjadi kabur dan meyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas. Terletak di belakang iris dan pupil, lensa berfungsi memfokuskan citra objek yang dilihat dari dekat maupun dari jauh dengan mengubah ketebalannya: menjadi cekung atau cembung. Tugas lensa mirip dengan fungsi lensa pada kamera. Lensa yang sehat terlihat bening dan transparan. Katarak tidak menular dari satu mata ke mata yang lain apalagi ke mata orang lain, namun dapat terjadi pada kedua mata secara bersamaan.

Pada penderita katarak, lensa secara bertahap kehilangan kebeningannya dan menjadi keruh. Pada tahap lanjut pupil tidak lagi berwarna hitam tetapi abu-abu. Bila ini terjadi, cahaya yang sampai ke retina tidak lagi memadai sehingga penglihatan menjadi kabur dan warna-warna meredup. Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan.

Gejala Katarak
Gejala Katarak yang paling umum adalah penglihatan kabur, pemudaran warna, penurunan daya penglihatan di malam hari dan mudah silau terhadap sinar lampu dan matahari. Tidak ada keluhan nyeri pada penderita Katarak. Beberapa orang mengeluhkan penglihatan ganda. Penderita katarak tahap lanjut memiliki pupil berwarna memutih seperti susu.

Penyebab Katarak
Lensa mata terdiri dari air dan protein. Protein disusun sedemikan rupa, sehingga membuat lensa jernih dan meneruskan cahaya yang melaluinya. Katarak terjadi ketika beberapa protein menggumpal dan mulai membuat buram sebagian kecil area lensa. Lama-kelamaan, penggumpalan itu bertambah luas dan mempengaruhi penglihatan. Risiko katarak meningkat karena:
• Penuaan
• Komplikasi Diabetes (kencing manis).
• Komplikasi pada pasien dialisis (cuci darah).
• Radiasi panas (pada pekerja pengelasan, peleburan kaca, dll.) atau iradiasi sinar-X.
• Cedera mata.
• Pemakaian obat Kortikosteroid dalam jangka lama.

Katarak pada dewasa biasanya berhubungan dengan proses penuaan dan dikelompokkan sebagai berikut.
a. Katarak Immatur: lensa masih memiliki bagian yang jernih.
b. Katarak Matur: lensa sudah seluruhnya keruh.
c. Katarak Hipermatur: ada bagian permukaan lensa yang sudah merembes melalui kapsul lensa dan bisa menyebabkan peradangan pada struktur mata yang lainnya.

Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah:
• Pemeriksaan mata standard, termasuk pemeriksaan dengan slit lamp.
• USG mata sebagai persiapan untuk pembedahan katarak.

Pengobatan
Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar. Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan. Satu-satunya pengobatan untuk katarak adalah pembedahan. Ketika gejala katarak mulai muncul, untuk sementara waktu kacamata baru dapat memperbaiki penglihatan, kacamata yang lebih kuat, kaca pembesar, pencahayaan yang tepat atau alat bantu visual lainnya. Tetes mata tidak bermanfaat untuk membeningkan lensa mata.

Pertimbangkan menjalani operasi katarak bila penglihatan sudah sangat terganggu. Operasi katarak adalah prosedur yang relatif sederhana dan tanpa rasa sakit untuk memulihkan penglihatan. Bahkan, operasi ini adalah jenis operasi mata yang paling sering dilakukan di dunia. Selama operasi, dokter bedah mata akan membersihkan kekeruhan di lensa dan kemungkinan besar akan menggantinya dengan lensa buatan.

Pembedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan. Ada 2 macam pembedahan yang bisa digunakan untuk mengangkat lensa:
1. Pembedahan Ekstrakapsuler: lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya. Untuk memperlunak lensa sehingga mempermudah pengambilan lensa melalui sayatan yang kecil, digunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (fakoemulsifikasi).
2. Pembedahan Intrakapsuler: lensa beserta kapsulnya diangkat. Pada saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan.

Penggantian lensa
Penderita yang telah menjalani pembedahan katarak biasanya akan mendapatkan lensa buatan sebagai pengganti lensa yang telah diangkat. Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler, biasanya lensa intraokuler dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata.

Operasi katarak sering dilakukan dan biasanya aman. Setelah pembedahan jarang sekali terjadi infeksi atau perdarahan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius. Untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan, selama beberapa minggu setelah pembedahan diberikan tetes mata atau salep.

Pencegahan
Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor yang mempercepat terbentuknya katarak. Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata. Semoga jawaban ini bermanfaat. Amin.
Wassalamu’alaikum w. w.

dr. Tjatur Prijambodo, MARS Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan KLIKMU.CO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here