Konsultasi Kesehatan #3: Vertigo, Berbahayakah?

0
490

Pertanyaan:

Assalamu’alikum wr. wb. Pengasuh Konkes klikmu.co yang saya hormati. Saya sering mengalami ‘nggliyeng’, yang sangat mengganggu pekerjaan saya sebagai tenaga Pengajar di salah satu SD Muhammadiyah. ‘Serangan’ ini datangnya tiba-tiba. Oh iya Dok, saya seorang ibu dengan usia 26 tahun. Mohon penjelasan tentang sakit saya ini. Terima kasih.
Ika.aki@yahoo.com.

Jawaban:

Bu Ika yang baik. Keluhan ‘nggliyeng’ yang ibu rasakan, dialami oleh banyak orang di sekitar juga. Dalam bahasa medis, nggliyeng dikenal sebagai VERTIGO. Vertigo adalah perasaan seolah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan.

Pada dasarnya vertigo merupakan keluhan, bukan penyakit ! Namun, keluhan ini bisa menjadi pertanda penyakit yang serius. Jadi, sekalipun bukan penyakit, vertigo tidak boleh disepelekan. Penyakit yang juga disebut vestibulars disorders (gangguan vestibular) ini adalah gangguan kesehatan yang berhubungan dengan sistem keseimbangan kita.

Vertigo bisa jadi merupakan pertanda penyakit-penyakit seperti Tumor Otak, Hipertensi (tekanan darah tinggi), Diabetes Melitus (kencing manis), Jantung, dan Ginjal. Semakin dini vertigo ditangani akan semakin cepat dapat diatasi.

Penyebab:

Keluhan vertigo biasanya datang mendadak, diikuti gejala klinis yang tidak nyaman seperti banyak berkeringat, mual, dan muntah. Faktor penyebab vertigo adalah Sistemik, Neurologik, Ophtalmologik, Otolaringologi dan Psikogenik, dapat disingkat SNOOP.

Yang disebut Vertigo Sistemik adalah keluhan vertigo yang disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya diabetes mellitus, hipertensi dan jantung. Sementara itu, Vertigo Neurologik adalah gangguan vertigo yang disebabkan oleh gangguan saraf, misal: Tumor Otak, Multiple Sclerotik, dll.

Keluhan vertigo yang disebabkan oleh gangguan mata atau berkurangnya daya penglihatan disebut Vertigo Ophtalmologis; sedangkan vertigo yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi alat pendengaran (telinga) disebut Vertigo Otolaringologis, misal : Labirinitis, Meniere’s syndrome, Herpes Zoster, dll . Selain penyebab dari segi fisik, penyebab lain munculnya vertigo adalah pola hidup yang tak teratur, seperti kurang tidur atau terlalu memikirkan suatu masalah hingga stres. Vertigo yang disebabkan oleh stres atau tekanan emosional disebut Vertigo Psikogenik.

Selain itu, ada juga Vertigo yang disebabkan keadaan lingkungan, misal : mabuk darat, mabuk laut, maupun mabuk udara. Biasanya vertigo jenis ini, berlangsung hanya beberapa saat dan akan menghilang secara permanen.

Gejala:

Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar, atau bisa juga penderita merasakan seolah-olah benda disekitarnya bergerak atau berputar. Biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan.

Penanggulangan:

Cara yang paling tepat untuk mengatasi keluhan vertigo adalah menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penyebab keluhan vertigo beragam, hampir tidak mungkin untuk mengobatinya secara langsung. Biasanya dokter akan mencari penyebabnya dengan melakukan sejumlah pemeriksaan secara menyeluruh. Jika penyebabnya adalah radang telinga, radang tersebut akan ditangani terlebih dahulu. Namun, ada pula kasus vertigo yang penyebabnya tidak diketahui.

Karena itu, jangan menganggap remeh gejala vertigo. Begitu kita merasakan kepala pusing seperti berputar yang sangat hebat dan muncul lebih dari beberapa hari atau bahkan seminggu dan timbul berulang-ulang, segeralah menemui dokter supaya penyebabnya diketahui. Jika tidak, penyakit ini akan berlangsung menahun dan tentunya akan mengganggu kegiatan kita.

Pengobatan:

Pengobatan vertigo sangat tergantung pada penyebabnya.
Vertigo dapat diterapi dengan obat-obatan yang diminum (meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin) atau yang diberikan melalui suntikan.

Beberapa vertigo mungkin membutuhkan terapi tertentu:
1. Vertigo akibat infeksi bakteri di telinga tengah membutuhkan antibiotik
2. Vertigo akibat penyakit Meniere, selain pengobatan terhadap gejala, juga diperlukan diet rendah garam dan obat-obatan yang meningkatkan volume dan frekuensi kencing.
3. Vertigo akibat lubang pada telinga dalam oleh karena infeksi berulang harus dirujuk ke ahli THT.

Selain obat-obat, untuk mengatasi vertigo bisa dilakukan manuver fisik seperti:
1. Latihan rehabilitasi vestibuler
2. Manuver reposisi partikel

Untuk yang doyan pijat, sebaiknya tidak pijat di bagian leher, krn banyak pembuluh darah maupun syaraf yang tidak kasat mata ikut terpijat dan memungkinkan terjadinya perdarahan maupun terjepit. Semoga jawaban ini membantu Ibu dan Pembaca klikmu.co yang lain. Aamiin. Wassalam

dr. H. Tjatur Prijambodo, MARS
Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan klikmu.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here