Konsultasi Kesehatan #7: Istri Tak Perawan Sejak Sebelum Menikah?

0
1531
Ilustrasi diambil dari anamesastoustoixous.blogspot.com

KLIKMU.CO

Pertanyaan:
Assalamu’alikum w. w.
Pengasuh Konkes KLIKMU yang baik, akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan berita tentang suami yang menceraikan istrinya saat usia pernikahannya baru 4 hari, salah satu alasannya karena istrinya sudah tidak perawan. Benarkah seorang wanita selalu mengeluarkan darah saat malam pertama? Mohon penjelasannya. Terima kasih.
aceng_f@gmail.com

Jawaban:
Wa’alaikumussalam w. w.
Bung Aceng yang terhormat. Keperawanan, seringkali dikaitkan dengan selaput dara, atau dalam bahasa medis disebut Hymen. Hymen, dalam bahasa Yunani diartikan sebagai membrane (selaput). Selaput dara merupakan lipatan selaput lendir yang menutupi (sebagian atau keseluruhan) pintu liang senggama (introitus vagina). Selaput ini berada di dalam vagina wanita tepatnya sepertiga dalam lubang. Bentuknya biasanya bulat sebagaimana bentuk liang vagina, tetapi ada juga yang seperti bulan sabit (semilunar), bahkan ada yang mempunyai septum (pemisah). Konsistensi selaput dara pun berbeda-beda ada yang kaku sampai yang lunak sekali. Pemahaman yang ada di masyarakat adalah jika selaput dara robek pada malam pertama, maka akan mengeluarkan darah dan itu sebagai bukti bahwa si istri masih perawan. Disis lain, darah yang dikeluarkan sangatlah sedikit dan bisa saja tidak terlihat.

Kasus malam pertama dimana sang pengantin wanita tidak berdarah sering menjadi prahara di awal pernikahan. Karena curiga istri tidak berdarah saat senggama membuat suami berpikir istrinya sudah tidak perawan lagi. Padahal meski tidak berdarah, sang istri belum tentu tidak perawan. Masalah seperti ini tidak jarang berbuah dengan perceraian. Kalau saja setiap suami tahu bahwa selaput dara itu ada beberapa jenis, tentu dia akan lebih arif menghadapi istri yang sesungguhnya masih perawan meskipun tidak berdarah di malam pertama. Tidak berdarah bukan berarti sudah tidak perawan.

Jenis dan bentuk selaput dara:
a. Annular Hymen, selaput tipis yang melingkari lubang vagina. Jenis ini yang kemungkinan besar tidak akan mengalami pendarahan sama sekali pada saat hubungan seks pertamakali.
b. Septate Hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
c. Cibriform Hymen, selaput ini juga ditandai dengan beberapa lubang terbuka. Akan tetapi lubangnya lebih kecil, dan jumlahnya lebih banyak.
d. Introitus, pada wanita yang sangat berpengalaman, bisa jadi lubang selaput daranya membesar, namun masih bisa menyisakan jaringan selaput dara.
e. Impervorate Hymen, kelainan bawaan dimana selaputnya tidak memiliki lubang sama sekali.

Berkaca dari kasus Aceng, apa kemungkinan yang terjadi saat malam pertama si istri tidak berdarah?
Pertama, istri memang sudah tidak perawan lagi.

Kedua, sang istri masih perawan tapi jenis selaput daranya lebih tebal dan kurang elastis sehingga tidak mudah koyak ketika berhubungan. Oleh karena belum koyak atau koyaknya belum sampai ke tepi cincin selaput dara maka kemungkinan berdarah jadi kecil, atau bahkan sama sekali tidak berdarah. Bukti bahwa sang istri masih perawan tidak bisa ditunjukkan dengan darah di malam pertama.

Ketiga, penetrasi sang suami belum sempurna.
Pada kesempatan ini akan kami sampaikan juga informasi seputar malam pertama:
a. Selaput dara terlalu rapuh. Jika seorang gadis dilahirkan dengan selaput dara yang rapuh, maka dimungkinkan bisa robek tanpa harus menunggu malam pengantin. Beberapa jenis olah raga seperti berkuda, bersepeda, bela diri juga bisa memicu robeknya selaput dara yang rapuh.
b. Selaput dara kelewat elastis. Membran selaput dara adalah sangat fleksibel. Dan selaput ini juga sangat elastis. Tak heran, ada yang tidak robek saata melakukan hubungan seks dimalam pertama. Mungkin setelah beberapa kali, baru bisa robek beneran. Bahkan menurut dunia medis, jika selaput ini sangat elastis sekali, bisa robek hanya saat melahirkan.

c. Rasa sakit saat berhubungan seksual pertama kali bukan karena robeknya selaput dara. Rasa sakit yang dialami wanita saat pertama kali berhubungan seksual bukan disebabkan karena robeknya selaput dara. Sebagian besar membran tipis tersebut sebenarnya telah terbuka sebelum berhubungan seksual untuk pertama kalinya. Itu karena terdapat lubang tipis untuk keluarnya darah menstruasi.
d. Darah tidak banyak. Selaput dara merupakan membran yang tipis. Sehingga robeknya selaput dara, tidak selalu dibarengi dengan tetasan darah yang banyak. Bisa juga meneteskan darah, tetapi terlalu sedikit. Sehingga tidak bisa dilihat oleh mata.
e. Selaput dara tidak menutup organ intim wanita. Selaput dara tidak menutup seluruh lubang organ intim. Seperti disebutkan di awal, terdapat lubang kecil agar darah haid bisa keluar.

Pria dan wanita jelas berbeda baik dari bentuk dan fungsi organ reproduksinya. Pada wanita, perbedaan itu pun masih dapat dilihat hingga ke salah satu bagian luar dari organ genital yakni selaput dara. Yang patut disayangkan, kesalahan serta kurangnya informasi akurat mengenai bagian organ genital wanita ini masih sering terjadi dan kerap kali merugikan posisi para Kaum Hawa. Dengan mengetahui fakta bahwa bentuk selaput dara bervariasi diharapkan dapat mengubah persepsi serta meluruskan anggapan yang salah tentang organ kewanitaan ini.
Semoga jawaban ini bermanfaat.
Wassalamu’alaikum w. w.

dr. H. Tjatur Prijambodo, MARS
Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan KLIKMU.CO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here