Kontradiksi Wajah PDIP: Ketika Jokowi Divaksin Pertama, Ribka Tjiptaning Justru Menentangnya

0
816
Serambi Indonesia

KLIKMU.CO – Ketika Presiden Joko Widodo menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 Rabu (13/1), anggota Komisi IX  DPR RI Ribka Tjiptaning justru menentang vaksinasi. Itulah gambaran bertolak belakang alias kontras dari dua politisi PDIP tersebut.

Ribka dengan tegas menolak untuk divaksin Covid-19. Dia mengaku memilih untuk membayar denda ketimbang disuntik. “Kedua, kalau persoalan vaksin saya tetap tidak mau divaksin maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin, saya sudah 63 tahun nih. Misalnya hidup di DKI Jakarta semua anak cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta, mending saya bayar,” ujarnya dalam rapat yang dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM Penny Lukito, dan Direktur PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir.

Ribka masih meragukan vaksin Covid-19. Ia berkaca pada pengalaman pemberian sejumlah vaksin lainnya yang justru membuat orang lumpuh hingga meninggal dunia. Misalnya, vaksin antipolio membuat sejumlah orang lumpuh di Sukabumi dan vaksin kaki gajah di Majalaya menyebabkan 12 orang meninggal.

“Saya yang pertama bilang saya yang pertama menolak vaksin. Kalau dipaksa pelanggaran HAM, tidak boleh memaksa begitu,” katanya dikutip dari CNN Indonesia.

Di sisi lain, penyuntikan vaksin kepada koleganya di PDIP, Presiden Jokowi, dilaksanakan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Penyuntikan terhadap Jokowi dilakukan oleh tim dokter kepresidenan. Jokowi tampak disuntik di bagian lengan kiri oleh Prof dr Abdul Muthalib SpPD-KHOM.

“Alhamdulillah, saya baru saja menerima suntikan vaksin Sinovac. Vaksin ini baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, hasil evaluasi BPOM menunjukkan bahwa vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen. Artinya, lebih tinggi dari standar WHO, yaitu 50 persen.

Jokowi saat divaksin. (Foto pribadi FB)

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia juga telah menyatakan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci untuk digunakan.

“Saya telah memerintahkan agar vaksinasi Covid-19 segera mulai dilaksanakan di seluruh tanah air,” tegas Jokowi.

Setelah menerima suntikan vaksin Covid-19, sekitar pukul 09.42 kemarin Jokowi masih menjalani proses observasi. Kemungkinan kejadian ikutan pascaimunasisi sekitar 30 menit.

“Alhamdulillah, tak ada kejadian ikutan. Hanya ada sedikit rasa pegal.

Pada kartu vaksinasi Covid-19 atas nama saya ini tercantum jadwal pemberian suntikan vaksin berikutnya, yaitu 14 hari dari sekarang. Kartu yang akan diberikan kepada semua orang yang divaksinasi ini sekaligus pengingat agar tepat waktu menjalani vaksin kedua,” papar Jokowi. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here