Kristologi #12: Nabi Muhammad saw. dalam Bibel

0
6089
Ilustrasi diambil adharta.com

KLIKMU.CO

Oleh K.H. Abdullah Wasia’an*)

Orang Kristen tidak mengakui Muhammad sebagai nabi yang diramalkan dalam Kitab Perjanjian Lama dalam Ulangan 18:18-22 yang berbunyi:

18). Seorang nabi akan Ku-bangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

19). Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucap nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Ku-tuntut pertanggungjawaban.

20). Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demikian demi nama Allah lain, nabi itu harus mati.

21). Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: “Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan Tuhan?”

22). Apabila seorang nabi berkata demi nama Tuhan dan perkataannya itu tidak terjadi atau tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan Tuhan; dengan terlalu berani nabi itu mengatakannya, janganlah kamu gentar kepadanya.”

Kaum Kristiani menganggap bahwa kelima ayat di atas tertuju kepada Yesus, bukan Muhammad. Cuma sayang anggapan mereka itu tidak berdasar. Karena kalimat “seorang nabi akan Kubangkitkan” menunjukkan bahwa yang dibangkitkan itu adalah seorang manusia. Sedangkan menurut orang Kristen, Yesus itu adalah anak Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri.

Kalimat “Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya” mempunyai arti bahwa Allah akan mewahyukan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan, Yesus adalah firman itu sendiri sebagaimana tersebut dalam Yohanes I 5:7 yang berbunyi: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu.”

Ayat yang berbunyi “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Ku-perintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demikian demi nama Allah lain, nabi itu harus mati” menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak pernah berkata demi nama selain Allah.

Demikian Nabi Muhammad meninggal secara wajar, tidak dibunuh sebagaimana isyarat ayat tersebut, Sedang Yesus matinya disiksa dan disalib. Demikian juga Paulus yang mengaku sebagai nabi matinya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 64 Masehi.

Sedang ayat terakhir jelas menunjukkan bukti bahwa setiap apa yang dikatakan Nabi Muhammad saw. pasti terjadi. Salah ucapan beliau yang berbunyi: “Tidak datang hari kiamat sehingga tanah Arab menjadi hijau (banyak pepohonan dan air).”

Perkataan tersebut kini sudah terbukti. Tanah Arab yang dulunya kering kerontang, telah berubah menjadi tanah yang rindang penuh tanaman dan air yang melimpah.
Anggapan orang Kristen juga dibantah dalam Ulangan 34:10 yang mengatakan bahwa nabi tersebut seperti Musa dan ia bukan turunan dari orang Israel.

Bunyi ayat tersebut: “Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel.” Sedangkan, Yesus adalah keturunan Israel.

Adapun hal-hal yang sama antara Nabi Muhammad dan Nabi Musa antara lain:

1. Musa punya syariat berdasarkan Taurat. Nabi Muhammad juga punya syariat berdasarkan Alquran. Sedang, Yesus meneruskan syariatnya Nabi Musa. Dengan kata lain Yesus tidak punya syariat. Hal ini dinyatakan oleh Yesus dalam Matius 5:17: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

2. Perjuangan Musa adalah untuk dunia dan akhirat, dengan mengangkat senjata melawan Fir’aun di Mesir, Nabi Muhammad saw. pun berjuang untuk dunia dan akhirat dengan mengangkat senjata untuk mempertahankan agama Islam dari serangan kaum kafir Quraisy. Sedang, Yesus berjuang untuk akhirat saja, sebagaimana pengakuannya sendiri dalam Yohanes 18:36 yang berbunyi: Jawab Yesus “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini: jika kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-Ku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi; akan tetapi kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”.

3. Musa diakui oleh umatnya (kaum Bani Israel) sebagai nabi dan pemimpin. Nabi Muhammad juga diakui oleh umatnya (kaum Muslimin) sebagai nabi dan pemimpin. Sedangkan Yesus tidak diakui sebagai nabi dan pemimpin oleh umatnya (Bani Israel). Bahkan ia dianggap sebagai anak yang haram karena lahir dari seorang ibu tanpa suami.

Dari keterangan-keterangan tersebut, maka tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk tidak mengakui Nabi Muhammad saw. Karena kitab mereka sendiri yaitu Al-Kitab dengan tegas mengakuinya. [*]

K.H. Abdullah Wasi’an Kristolog jago dialog dan penulis beberapa buku Kristologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here