Kristologi #20: Kelebihan Islam sebagai Agama Terakhir

0
396
Ilustrasi diambil dari Tongkrongan Islami

KLIKMU.CO

Oleh K.H. Abdullah Wasi’an*)

Keyakinan seorang muslim yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar bukan semata keyakinan tanpa bukti. Banyak bukti yang membenarkan keyakinan tersebut, baik dalam Alquran sendiri, dalam Alkitab maupun pengakuan tokoh-tokoh non muslim. Beberapa bukti bisa dikemukakan di bawah ini:

a. Tentang Kiltab Sucinya, yaitu Alquran
1. Alquran adalah Kitab Suci yang Otentik (ash).
Sejak Alquran diturunkan, kondisinya tetap asli sampai sekarang. Tidak ada perubahan sedikitpun dari ayat-ayat Alquran.

2. Isinya Lebih Lengkap.
Karena Alquran itu diturunkan sebagai kirab suci yang terakhir, maka isinya lebih lengkap daripada kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ini diakui oleh Yesus dalam Yohanes: 12 yang mengatakan bahwa masih banyak lagi perkara yang hendak dikatakan kepada murid-muridnya, tetapi waktu itu mereka tidak dapat menanggungnya.
Alquran ditujukan kepada seluruh umat manusia.

Sedang kitab suci lainnya seperti Alkitab hanya diserukan kepada Bani Israel. Buktinya bisa kira lihat dalam Imamat: 34 yang berbunyi: “Katakanlah kepada Bani Israel; Bahwa pada lima belas hari bulan yang ke tujuh itu juga, hendaklah ada hari raya pondok daun-daunan bagi Tuhan, tujuh hari lamanya.” Sedangkan seruan Alquran untuk semua umat manusia. Alquran sering menyeru dengan kata-kata “Ya ayyuhan-naas” yang artinya “Wahai manusia.” Seruan ini menunjukkan bahwa Alquran adalah kitab suci yang diturunkan untuk seluruh umat manusia. Dan hal ini menandakan keuniversalan Alquran.

3. Isi Alquran sesuai dengan Ilmu Pengetahuan Modern.
Hal ini diakui oleh Dr. Marice Bucaille dari Perancis dalam bukunya “The Bibel, the Quran and Science.”

The finai conclusion of his comparative study of the Quran and the Bibel, that statement about scientific phenomena in the holy Quran are perfectly in conformity with the modem sciences, where as the Biblical narrations on the same subject are scientically entirely unacceptable.

(Pada konklusi terakhir dalam studi perbandingan Quran dan Bibel, maka semua pernyataan mengenai ilmu pengetahuan dalam Alquran adalah sesuai dengan ilmu pengetahuan modern, sedangkan keterangan-keterangan dalam Alkitab mengenai masalah yang sama, tidak bisa diterima oleh ilmu pengetahun modern).

Sebagai contoh, Alkitab mengatakan bahwa tata surya kita itu pusatnya adalah bumi. Padahal menurut ilmu pengetahuan, tata surya pusatnya adalah matahari. Jadi antara Bibel dengan ilmu pengetahuan saling bertolak belakang.

Karena hal ini, maka Napoleon Bonaparte mengatakan: “The science which proves to us that earth is not the centre of the celestial movement, has struck a great blow at relegion. Johane stops the sun.” (Ilmu pengetahuan yang memberitahukan kepada kita, bahwa bumi bukanlah merupakan pusat dari peredaran tata surya, adalah merupakan pukulan yang dahsyat dari agama (Kristen).

Akhirnya, Napoleon menyatakan ke-Islamannya. Pada masa sekarang telah ditemukan oleh Kant La Place tentang kebenaran posisi tata surya. Menurut Kant, tata surya kita, benda-benda langit itu “saling mengedari”, tidak ada yang berhenti. lni sangat sesuai dengan Alquran dalam ayat “wa kullun fii falakin yasbahuun” yang artinya, “dan setiap benda itu saling mengedari pada garis edamya.”

4. Alquran adalah Murni Wahyu Allah
Beberapa tokoh dunia mengakui bahwa bahwa Alquran itu adalah wahyu Tuhan yaag diberikan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai mukzijat yang paling besar.
Marry Gaylord dalam bukunya “Toward Understanding Islam” mengatakan: “It (Alquran) is literal revelation of God, dictated to Muhammad by Gabriel, perfect in every letter. It is an ever present miracle witnessing to itself and to Muhammad, the Prophet of God and partly in its content of teaching prophecies about the future, and amazingly accurate information such as the illeterate Muhammad cousl never have gathered of his own accoord.”

Alquran ini adalah benar-benar wahyu Tuhan yang didiktekan oleh Jibril kepada Muhammad; ia sempurna pada setiap hurufnya, ia merupakan mukjizat yang tetap aktual hingga kini, sebagai bukti kebenarannya, dan kebenaran Muhammad selaku Rasulullah, dan di antara keajaibannya lagi ialah terletak pada kandungan ajaran-ajarannya, nubuat tentang masa depan, dan keterangan- keterangannya begitu tepat, sehingga meyakinkan, bahwa Muhammad yang buta huruf itu tak mungkin menciptakannya sendiri.

James A. Michenar dalam “Islam misunderstood Religion” menguraikan sebagai berikut: “The Quran is probably the most often read book in the world, surely the most often memorised, and possibly the most inf1uential in the daily life of the people who belief in it. The Quran is remarkable down to earth in its discussion of the good life.”

Alquran boleh jadi merupakan buku yang paling banyak dibaca orang di muka bumi dan pasti banyak diingat dan bisa juga yang paling berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari bagi para yang mempercayainya. Alquran itu sangat praktis untuk memberikan pembahasan tentang kehidupan yang baik.

Rev. Bosworth Smith dalam buku “Muhammad and The Teaching of Islam” menulis: “The Quran is a book wich is poem, a code of laws, a book of common prayer, all in one, and is reverenced by a large section ph the human rece as a miracle of furity of style, of wisdom, and of truth. It is the miracle claimed by Muhammed -his standing miracle” he called it.”

Alquran adalah buku puisi, buku kaidah dan buku tentang hukum, semua terkumpul menjadi satu dan dihormati oleh sekian banyak ras manusia sebagai mukjizat, karena kemurnian gaya, karena hikmah dan karena kebenarannya. Alquran diakui oleh Muhammad sendiri sebagai mukjizat yang paling istimewa, dan memang demikianlah kenyataannya.

b. Tentang Akidahnya
Akidah Islam adalah Tauhid Murni (mengesakan Tuhan Yang Maha Esa), sebagai kelanjutan dari akidah agama-agama sebelum Islam. Yang dimaksudkan Tauhid Murni adalah sebagaimana disebutkan dalam Syahadatain (dua kalimat syahadat).

Tauhid Murni merupakan akidah bagi semua agama dari Allah yang diturunkan kepada semua manusia sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw, Hal ini dapat diketahui karena telah disebutkan dalam Ulangan: 39, Ulangan: 39, Keluaran: 3, Raja-raja I: 60, Raja-Raja II: 15, Yesaya: 9, Yesaya: 21, Yesaya: 9, Matius:10 dan lain-lain. Namun ayat-ayat Tauhid itu dikacaukan oleh ayat-ayat lain dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah yang Perkasa (Yesaya: 5). Kemudian dalam kisah Rasul: 36 yang mengatakan bahwa Yesus dijadikan Tuhan oleh Allah.

Lebih parah lagi dalam Yohanes I: 20 yang berbunyi “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita supaya kita mengenal yang benar di dalam Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.”

c. Tentang Mukjizatnya
Allah memberikan mukjizat kepada nabi dan rasulnya. Mukjizat itu diberikan sebagai buktri kebenaran ajaran yang dibawa oleh nabi dan rasul Allah. Allah memberikan mukjizat itu ketika para nabi atau rasul menghadapi suatu kondisi yang ia sendiri tidak mampu mengatasinya. Seperti Nabi Musa menghadapi Fir’aun, Allah membennya sebuah tongkat yang bisa berubah menjadi ular, atau bisa membelah lautan, dan lain lain.

Mukjizat itu ada dua macam. Mukjizat missiyah (inderawi) dan mukjizat maknawiyah. Mukjizat missiyah adalah mukjizat yang bisa dilihat oleh panca indera. Seperti mukjizatnya Nabi Musa ketika membelah lautan menjadi jalan atau Nabi Ibrahim ketika dibakar tidak hangus.

Demikian juga Nabi Muhammad juga mendapatkan mukjizat ini ketika beliau memberi minum 10.000 orang lebih hanya dari air semangkok. Mukjizat maknawiyah adalah mukjizat yang hanya bisa diketahui oleh orang yang berilmu saja. Mukjizat ini hanya diberikan Allah kepada Nabi Muhammad berupa kitab suci Alquran.

Mukjizat dalam Alquran bisa ditemukan oleh orang-orang yang berpengetahuan. Mereka yang memiliki ilmu pengetahuan akan merasa kagum dengan isi Alquran, Karena isi Alquran penuh dengan berbagai ilmu pengetahuan yang sangat lengkap.

Sebagai bukti, seorang ahli kandungan dari Inggris pemah membaea surat Az-Zumar: 6 (terjemahannya) dalam sebuah pameran di London. Saat mengamati surat tersebut ia sangat kagum dengan isinya. Kekaguman dokter tersebut karena Muhammad adalah seorang yang buta huruf dan tidak pernah belajar ilmu biologi dapat menerangkan sebuah kejadian dalam kandungan seorang ibu.

Surat tersebut berbunyi, “Allah menciptakan kamu di dalam perut ibu-ibu kamu, tahap kejadian demi tahap kejadian, di dalam “gelap yang tiga” atau “dalam tiga kegelapan”. Tiga kegelapan itu dalam bahasa kedokteran disebut sebagai tiga selaput yang halus dan kuat yang tidak bisa dilihat oleh mata. Selaput itu disebut amnion membrane, decidun membrane, dan chorion membrane. [*]

K.H. Abdullah Wasi’an, Kristolog jago dialog dan penulis buku-buku Kristologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here