Kristologi #24: Tentang Poligami

0
442
Ilustrasi diambil dadi budley.com

KLIKMU.CO

Oleh K.H. Abdullah Wasi’an

Hingga kini tidak sedikit orang yang menganggap tabu bahkan alergi membicarakan masalah poligami. Poligami yang dalam Islam merupakan salah satu bagian dari syariat telah menjadi sesuatu yang dianggap buruk oleh musuh-musuh Islam. Bahkan masalah ini dijadikan sebagai alat untuk memojokkan Islam. Mereka menilai bahwa Islam adalah agama yang merendahkan derajat kaum wanita, karena mengijinkan seorang laki-laki beristri lebih dari satu orang.

Namun anehnya, mereka setuju dengan pergaulan bebas. Bahkan, sebagian wanita ada yang merelakan suaminya untuk ‘jajan’ di luar rumah asalkan sang suami tidak kawin lagi. Hubungan seks seakan menjadi barang yang dengan murahnya diperjualbelikan. Mereka lebih senang melakukan hubungan seks di luar nikah daripada berpoligami.

Masalah poligami ini sering dipakai oleh kaum Nasrani untuk menyerang Islam. Padahal masalah poligami juga ada dalam Al-Kitab. Buktinya, dalam Ulangan 21: 15-17 yang bunyinya:

“Maka jikalau ada seorang laki-laki ada dua orang bininya, seorang yang dikasihi dan dibenci, maka keduanya yang dikasihi dan yang dibenci beranak laki-laki yang sulung itu, daripada bini yang dibenci, bahwasanya apabila diberikannya pusaka akan anak-anaknya daripada barang yang ada padanya, tak boleh diangkatnya anak sulung akan anak daripada bini yang dikasihinya di hadapan anak daripada bini yang dibenci, yang anak sulung betul adanya. Melainkan hendaklah diakuinya akan dia anak sulung, jikalau ia anak daripada bini yang dibenci, dan hendaklah diberinya akan dia dua kali banyaknya daripada segala yang terdapat padanya, karena ialah hulu kuatnya, dan ia juga yang empunya hak kesulungan.

Selain itu, para nabi dan rasul menurut Al-Kitab juga berpoligami. Seperti disebutkan dalam Kejadian 35:23-26 menyebutkan bahwa Nabi Yakub (Israel) beristrikan 4 wanita yaitu Lea (orang merdeka), Rachel (adik Lea), Bilha (budak Lea), Zilpa (budak Rachel). Nabi Daud beristrikan beberapa wanita. Dan lebih hebat lagi menurut Al-Kitab, Nabi Sulaiman beristrikan 700 wanita putri bangsawan clan 300 orang selir, yang kesemuanya itu, menyebabkan Sulaiman meningalkan Tuhan (I Raja-raja 11:3).

Adapun dalam Islam, dibatasi hanya 4 orang saja, dengan syarat harus berlaku adil. Jika tidak bisa berlaku adil, sebaiknya tidak melakukan poligami. Jadi sangat keliru jika orang yang memandang rendah syariat Islam tentang masalah ini. [*]

K.H. Abdullah Wasi’an, Kristolog jago dialog dan penulis buku-buku Kristologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here