Kristologi #29: Muallaf: Kenapa Saya Memilih Islam?

0
266
Ilustrasi diambil dari wall street journal

KLIKMU.CO

Oleh Hendra Wijaya*)

Saya Hendra wijaya lahir pada tanggal 15 April 1992 di kota Bandung,dan di besarkan oleh keluarga yang berlatar belakang Kristen Protestan. Pada usia remaja, saya aktif dalam pelayanan remaja melayani di salah satu Gereja di Kota Bandung.

Yang membuat saya ragu dengan kekristenan, saya melihat begitu banyak sekte gereja dan mereka punya pemahaman masing-masing. Ini yang membuat saya binggung. Sebagai contoh Baptis ada yang diselam dan dipercik ini juga menjadi permasalahan.

Lalu saya melihat perbedaan yang mencolok dengan cara ibadah gereja Kharismatik dan Injili. Di Kharismatik ada bahasa roh saya melihat orang berbahasa yang tidak saya mengerti dan banyak yang seperti kemasukan, teriak-teriak, histeris, tertawa, dsb.

Hal ini tidak terjadi di gereja lama saya yang beraliran Injili di mana ibadah lebih cenderung tenang, musik lebih tenang tidak ada bahasa roh dsb. Tapi masing-masing punya paham sendiri-sendiri dan merasa paling benar. Hal itu yang membuat saya binggung dan berpikiran bahwa setiap gereja benar menurut dogmanya masing-masing.
Setelah itu saya berkelana mencari gereja mana yang sesuai dengan hati nurani saya? Saya pun berjalan dari satu gereja ke gereja lain, tapi tidak kunjung juga saya menemukan gereja yang bisa membuat saya berkembang secara rohani. Lalu saya mulai jarang ke gereja tapi masih mendalami Alkitab mencari kebenaran.

Setelah itu saya bergaul dengan orang-orang muslim. Kami sering tukar pikiran tentang kehidupan, agama, dan politik. Mereka saat itu sudah seperti keluarga bagi saya walaupun kami beda keyakinan tapi tetap ada toleransi saling menghargai.

Sampai pada saat sahabat saya menyampaikan kepada saya surat dalam QS Al-Maidah:72-73.

72. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam,” padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.

73. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Ayat ini yang membuat saya merinding sekaligus berpikir dan mencari bukti dalam Alkitab apakah Yesus itu Tuhan?
Saya sering mencari informasi apakah Yesus Tuhan? saya juga sering lihat ceramah Dr. Zakir Naik di Youtube dan penjelasannya rasional dan masuk akal. Saya suka sekali dengan penjelasan beliau, lalu saya sering juga mendengar kisah-kisah Ustadz/Ustadzah Mualaf seperti : Umi Irena Handono, Ust Insan Ls Mokoginta, dan Ust Syamsul Arifin Nababan. Dari sinilah saya semakin yakin untuk memeluk agama Islam.

Keyakinan saya terhadap Islam karena Islam agama yang Tauhid dan Yesus pun bertauhid kepada Allah Tuhan yang Esa terdapat dalam ayat Bible berikut ini.

Markus 12:29. Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah Dengarlah hai orang Israel, Allah Tuhan kita, Tuhan itu Esa.

Yesus pun mengajarkan hukum yang terutama Allah Tuhan kita, Tuhan itu Esa ini adalah bukti bahwa Yesus mengajarkan Tauhid.

Yohanes 5: 30: “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”

Di dalam ayat ini kita lihat Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri dan Yesus hanya mengikuti kehendak Allah yang mengutusnya. Kalau Yesus adalah Tuhan kenapa Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri? Dan Yesus mengaku ada yang mengutus,masa sih Tuhan mengutus Tuhan?

Yohanes 17 : 3: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar,dan Mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Nah di sini Yohanes mengajarkan hidup yang kekal percaya kepada satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus sebagai Utusan (saat saya mengucapkan Syahadat saya hanya percaya kepada satu-satunya Tuhan Allah dan saya pun menyakini Yesus/Isa almasih hanya utusan Allah ).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat dalam Alkitab/Bible Yesus mengakui dirinya hanya utusan Tuhan keterangan tersebut ada pada:

– Markus 9 : 37: “Siapa yang menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku,ia menyambut Aku.dan barangsiapa menyambut Aku,bukan aku yang di sambutnya,tetapi DIA yang mengutus Aku.”

– Matius 10: 40: “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut DIA yang mengutus Aku.”

– Lukas 10: 16: “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak DIA yang mengutus Aku.”

– Yohanes 5: 37: “Bapa yang mengutus Aku.”
– Dialah yang bersaksi tengtang aku, kamu tidak pernah mendengar suaranya,rupanyapun tidak pernah kamu lihat.
– Yohanes 2 : 21 Damai sejahtera bagi kamu sama seperti Bapa Mengutus Aku. Demikianlah juga sekarang Aku mengutus kamu.

– Bahkan Yesus pun tidak mengakui lebih tinggi dari Allah, sebagaimana pernyataannya dalam injil Yohanes 14 ayat 28 Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku.

Dan melalui ayat inilah saya yakin bahwa Yesus adalah Utusan bukan Tuhan meskipun ada tertera dalam Yohanes 13: 13 Yesus menyatakan dirinya sebagai Tuhan tapi ayat itu sudah beberapa kali di revisi KSI Tahun 2000, ENDE Tahun 1969, SCHELLABEAR DRAFT Tahun 1912 dan KLINKERT Tahun 1870, dan karena itu tidak bisa dibenarkan.

Demikianlah kisah hidup saya menjadi seorang mualaf dan hanya Islam agama yang benar di sisi Allah. Saya sampaikan juga kepada para pembaca mari kita jaga keluarga kita dari pendangkalan aqidah yang sering di lakukan oleh mereka para misonaris dengan berbagai cara akhir kata. Hadaanallaahu wa-iyyakum ajma’iin.

*) Muallaf. Pegiat Abdullah Wasi’an Foundation (AWF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here