Kristologi #3: Benarkah Yesus Itu Tuhan?

0
1098
Ilustrasi diambil dari wallpapermania.eu

KLIKMU.CO

KH Abdullah Wasi’an*)

Menurut orang Kristen, jauh sebelum Yesus lahir, Al-Kitab telah mencatat nubuat para Nabi Israel tentang kedatangannya. Perjanjian Lama yang ditulis dalam jangka masa lebih kurang 1500 tahun, berisi lebih dari 300 nubuat tentang kedatangan Yesus. Semua ayat-ayat yang berkaitan dengan nubuat menurut mereka telah terbukti kebenarannya. Mulai dari kehidupan Yesus, mukjizat-mukjizat, kata-katanya, kematiannya di atas salib, kebangkitannya, dan kenaikannya ke surga.

Oleh karenanya, mereka menganggap Yesus lebih daripada manusia. Mereka menyandarkan pada sabda Yesus dalam Yohanes 10:30 yang berbunyi: “Aku dan Bapa adalah satu.” Kemudian Yohanes 14:9, “Orang yang sudah melihat Aku, berarti sudah melihat Bapa.” Dan Yohanes 14:6 yang berbunyi, “Akulah jalan untuk mengenal Tuhan dan untuk mendapat hidup. Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”

Dalam keyakinan Kristen, lnjil mengajarkan bahwa Tuhan Allah menyatakan keberadaan-Nya lebih dari satu wujud tetapi Dia tetap satu. Inilah alasan kenapa Tuhan Allah dapat mewujudkan diri-Nya sebagai manusia dan mati di kayu salib untuk menanggung dosa-dosa manusia.

Alasan itu dipakai den orang Kristen untuk mengatakan bahwa pada waktu Yesus mati, Allah tidak mati. Menurut keyakinan mereka, Yesus Kristus telah menjadi manusia dan mati di kayu salib. Bapa-Nya di surga menyaksikan-Nya. Roh Kudus yang berdiam di dalam Tuhan Yesus mengalami hal itu semua. Dalam semua kejadian ini, Tuhan Yesus mengatakan bahwa diri-Nya dan Bapa-Nya adalah satu.

Menanggapi hal tersebut kita bisa katakan bahwa keyakinan orang Kristen yang mengatakan Yesus itu Tuhan adalah salah besar. Karena menurut Al-Kitab sendiri, Allah itu hanya satu, sebagaimana tersebut dalam:

a. Ulangan 4:39 yang berbunyi: “Sebab itu ketahuilah dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.”
b. Ulangan 32:39 bunyinya: “Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Allah tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan; Aku telah meremukkan tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorang pun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.”

c. Raja-raja I 8:60 menyebutkan: “Hendaklah perkataan yang telah kumohonkan tadi di hadapan Tuhan, dekat pada Tuhan, Allah kita, siang dan malam, supaya la memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel, menurut yang perlu pada setiap hari, supaya segala manusia di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain.
d. Korintus I 8:6 yang bunyinya: “Namun bagi kita hanya ana satu Allah saja, yaitu Bapa yang daripada-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang untuk Dia kita hidup”
e. Juga Raja-raja II 19:15, Yesaya 44:9, Yesaya 45:5, Yesaya 45:22, Matius 4: 10, dll.

Dari keterangan Al-Kitab sendiri dapat kita ketahui bahwa Allah itu hanya satu. Sedang maksud dan Yohanes 14:6 yang berbunyi, “Akulah jalan untuk mengenal Tuhan dan untuk mendapat hidup. Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku,” bahwa Yesus ketika itu adalah orang yang paling benar. Sebab beliau adalah hamba dan utusan Allah yang mendapat tugas membimbing umatnya untuk mengikuti jalan yang telah digariskan oleh Allah. Golongan Yahudi dari sekte Saduki dan Farisi kehidupannya selalu menyimpang dari jalan kebenaran.

*) Kristolog Kondang. Dikutip dari buku ‘BENTENG ISLAM INDONESIA’ oleh Bahrul Ulum, Pustaka Da’i.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here