Kubu Moeldoko Konferensi Pers di Hambalang, Demokrat Meradang

0
348
Max Sopacua saat konferensi pers di Hambalang, Kamis (25/3/2021). (Tangkapan layar Kompas TV)

KLIKMU.CO – Partai Demokrat “kubu Moeldoko” hasil KLB Deli Serdang, Sumut, menggelar konferensi pers di lokasi yang “bersejarah” Kamis (25/3/2021). Yakni, di Hambalang Sport Center, Bogor.

Proyek megakorupsi Hambalang telah menyeret sejumlah politikus Partai Demokrat di era Presiden SBY ke penjara seperti mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan anggota DPR dari Partai Demokrat Angelina Sondakh, serta mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Max Sopacua, salah satu penggagas KLB Deli Serdang, mengatakan bahwa Hambalang sengaja dipilih sebagai lokasi konferensi pers karena menjadi awal mula rontoknya elektabilitas Partai Demokrat.

“Kenapa kita buat di sini? Substansinya harus Anda catat. Tempat inilah, proyek inilah, salah satu bagian yang merontokkan elektabilitas Partai Demokrat ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi,” kata Max, dikutip dari tayangan Kompas TV.

Di samping nama-nama tadi, Max menyatakan masih ada nama-nama lain yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut, tetapi hingga saat ini belum tersentuh oleh hukum.

“Kami serukan kepada lembaga hukum, dalam hal ini KPK, untuk menindaklnjuti apa yang belum dilanjutkan sesuai statemen-statemen. Kemudian ada saksi-saksi terhadap siapa saja yang menikmati Hambalang ini,” ujar dia.

Max justru menuduh kasus megakorupsi proyek Hambalang inilah yang merusak Partai Demokrat dan menyebabkan perolehan suara partai itu terus turun dalam setiap pemilu.

“Ini adalah bagian integral dari sejarah yang menentukan bagaimana Partai Demokrat itu mulai pelan-pelan turun. Dari 20,4 persen menjadi 10,2 persen, lalu 7,3 persen, itu berturut turut,” kata politikus senior yang mengklaim juga jadi pendiri Demokrat tersebut.

Demokrat Mencak-Mencak

Sementara itu, Partai Demokrat kubu AHY menegaskan bahwa konferensi pers tersebut merupakan bentuk frustrasi dan upaya menutupi rasa malu kepada peserta KLB abal-abal dan khalayak luas.

“Mereka mengalihkan isu dari rentetan kegagalan upaya kebohongan publik yang mereka lakukan selama dua minggu terakhir,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Bagi, Herzaky ada sejumlah kegagalan kubu KLB Deli Serdang. Pertama, dia mengungkit klaim bahwa berkas hasil KLB Deli Serdang segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. “Faktanya butuh waktu lebih dari seminggu untuk mengajukan,” kata Herzaky.

Kedua, ditolaknya laporan Marzuki Alie ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri. Marzuki sebelumnya melaporkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan empat politikus Demokrat dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Ketiga, kegagalan karena laporan kubu Moeldoko ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) juga ditolak. Kegagalan terakhir ini tecermin dari tindakan Marzuki Alie dkk mencabut gugatan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” katanya.

“Gugatan itu disebabkan Marzuki Alie dkk tak yakin terhadap legal standing mereka,” paparnya.

Karena itu, menurut Herzaky, Demokrat kubu AHY akan tetap berfokus pada dua hal. Pertama, menunggu sikap Kementerian Hukum dan HAM untuk menggugurkan permohonan kubu KLB. Sebab, kata dia, permohonan tersebut tak memenuhi persyaratan hukum yang diatur Peraturan Menkum HAM dan bertentangan dengan konstitusi partai.

Kedua, fokus pada gugatan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kepada Jhoni Allen Marbun, Darmizal, dan Marzuki Alie atas tindakan perbuatan melawan hukum menggunakan atribut partai dan melaksanakan KLB yang bertentangan dengan aturan.

“Kami mengajak publik untuk tidak terpengaruh atas upaya pengalihan isu yang dilakukan para pelaku ‘begal politik’. Mari kita selamatkan demokrasi dari para pelaku ‘begal politik’ yang terus menebar fitnah dan hoaks,” ujar Herzaky. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here