Khutbah Idul Fitri 1441 H di Rumahaja #3: Karakter Mukmin Sejati dalam Menghadapi Ujian

0
561
Foto diambil dari News.detik.com

KLIKMU.CO-

Oleh: Ali Fauzi, S.Ag.M.Pd.I*

الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Puji syukur al-hamdulillah kita ucapkan kepada Allah Swt karena pada hari yang mulia ini, kita masih diberikan nikmat kesehatan dan keimanan sehingga dapat menuntaskan puasa ramadlan dan amalan-amalan utama lainnya.

Kemudian, kita sampaikan shalawat dan salam kepada pemimpin para Rasul dan penutup para Nabi, Muhammad shallalhu ‘alaihi wasallam yang telah diutus Allah subhanahu wa ta’ala sebagai uswah hasanah, tauladan hidup terbaik, bagi manusia. Shalawat dan salam juga kita sampaikan pada keluarga beliau, para shahabat, tabi’in dan tabi’ut-tabi’in serta seluruh kaum Muslimin yang istiqamah berpegang teguh pada ajaran Islam hingga hari kiamat.

 

Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Dibalik ujian pandemi covid-19, ada anugerah yang luar biasa yaitu banyaknya waktu bersama dengan keluarga. Rumah kita jadikan masjid sebagi tempat ibadah ritual dan pembinaan akhlak keluarga. Betapa indahnya bersama keluarga bisa berjamaah shalat lima waktu, shalat tarawih, tadarrus al-qur’an, dan i’tikaf.

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (HR. Muslim no. 1860)

Jadikanlah rumah kita bercahaya dengan shalat, amalan di waktu malam, juga dengan lantunan Al Qur’an. Jangan isi rumah dengan tayangan mistik dan klenik di TV karena bisa menjauhkan berkah dari Allah Swt.

Nikmat yang besar dan banyak ini merupakan bukti bahwa Allah tiada pernah melupakan kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Udara yang kita hirup, darah yang mengalir di dalam tubuh kita, bahkan jantung yang selalu berdenyut yang kita sendiri tak bisa menghitung berapa banyak jumlah denyut jantung tersebut. Semua itu tidak luput dari perhatian dan kasih sayang Allah Swt.

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلۡتُمُوهُۚ وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٞ كَفَّارٞ ٣٤

  1. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS. Ibrahim: 34)

Sebagai makhluk ciptaan-Nya,  tugas kita hanyalah beribadah kepada Allah sebagai tanda bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan menyadari betapa butuhnya kita akan perhatian dan kasih sayang Allah.

Semoga kita semua yang telah menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing, mendapatkan ampunan Allah dan terbebas dari dosa. Kita mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar berkenan menjadikan ibadah Ramadhan kita sebagai saksi yang meringankan kelak di yaumul akhir; dan menjadikan kita semua berhak mendapatkan syafaat-Nya, ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna bagi pemiliknya.

يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩

  1. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Asy-Syuara: 88-89)

 

Allahu Akbar 2X Allahu Akbar Walillahilhamdu

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Setelah satu bulan penuh kita menunaikan ibadah puasa Ramadhan, dan atas hidayah dan karunia-Nya pada hari ini, 1 Syawal 1441 H kita dapat berhari raya sekalipun dalam keterbatasan. Maka sebagai khatib pada kesempatan khutbah Idul Fitri ini, kami mengingatkan diri pribadi dan segenap anggota keluarga, marilah kita bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana seruan Al-Qur’an dalam surat al-Maidah ayat 35

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱبۡتَغُوٓاْ إِلَيۡهِ ٱلۡوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُواْ فِي سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

  1. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan

 

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullah

Ujian adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia dari waktu ke waktu dengan maksud untuk mengetahui keteguhan keimanan seseorang. Jangan mudah mengaku beriman jika belum lulus dan lolos dari ujian Allah Allah Swt. Sebagaimana yang tersebut dalam al-Qur’an surat al-Angkabut ayat 2:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Kita harus banyak belajar dari para nabi dan rasul, para sahabat, serta orang-orang sholeh terdahulu bagaimana mensikapi terhadap ujian dari Allah Swt. Karena kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur yang tinggi dalam menghadapi setiap ujian kehidupan maka Allah Swt membalas kehidupan mereka  dengan yang lebih baik dari sebelumnya, Allah mengabulkan doa-doa mereka dan yang pasti adalah mereka di tempatkan dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang kekal abadi.

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”(HR. Muslim (no. 2999).

Hadits di atas menggabarkan bagaimana karakter seorang mukmin sejati, bagaimana sikap ketika dalam keadaan senang dan pada saat mendapat ujian kesusahan. Oleh karena itu marilah kita hadapi ujian Allah Swt yang berupa pandemi covid-19 ini dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan kesyukuran yang tinggi. Janganlah bersikap seperti orang-orang kafir yang memiliki karakter berputus asa dari rahmat Allah, suka berkeluh kesah, patah semangat, dan cenderung menyalahkan Allah Swt.

 

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Mudah-mudahan ibadah puasa yang telah kita jalani mampu membentuk pribadi insan mulia sehingga tidak jatuh martabatnya seperti binatang bahkan lebih rendah dari binatang. Demikian juga bermanfaat untuk membawa perubahan yang lebih baik. Yang tadinya bermalas-malasan beribadah, mulailah berniat menjadi ahli ibadah. Yang tadinya mudah marah-marah, mulailah berniat menjadi penyabar. Yang tadinya pendemdam, mulailah berniat menjadi pemaaf. Yang tadinya bakhil, mulailah berniat menjadi pemurah. Menjadikan hamba yang pandai menjaga lisan, hamba yang pandai mensyukuri nikmat, dan hamba yang qona’ah serta murah hati. Dan masih banyak yang lain dari sisi kehidupan kita yang harus terus diperbaiki agar kita memperoleh derajat sebagai orang-orang yang bertakwa.

 

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Marilah kita akhiri khutbah kali ini dengan memohon kepada Allah SWT:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٢٣

“Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf; 23)

رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ ١٠

Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr, 59: 10)

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا ٧٤

“Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqon, 25: 74)

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

*Sekretaris KBIH Muhammadiyah Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here