Kunjungi Kebun Pak Budi, Siswa SMPM 11 Melihat Langsung Proses Hidroponik

0
573
Para siswa saat melihat proses hidroponik di Kebun Pak Budi. (Fikri/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Ada yang berbeda dengan pembelajaran para siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. Pada Selasa (11/2) murid-murid itu belajar di luar kota. Kebun Pak Budi di Pasuruan menjadi lokasi pembelajaran dilakukan. Bersama sejumlah guru pendamping, bus yang mengantarkan rombongan belajar itu berangkat pukul 07.00.

Peserta tiba di lokasi pada pukul 09.00. Setelah itu, mereka menuju Amphitheatre Pak Budi. Sebelum mendapat materi, para siswa melakukan latihan konsentrasi dengan gerakan tertentu dipandu pemateri Ahmad Khomsin.

Usai latihan, ada pemaparan materi tentang hidroponik. Setiap rombongan yang datang memang mendapat materi itu. Materi yang disampaikan memang hidroponik jenis Nutrient Film Technique (NFT). Hal itu dikarenakan para siswa bisa melihat langsung prosesnya di lokasi wisata yang beroperasi mulai 2017 tersebut.

“Hidroponik memanfaatkan daya dari air untuk bercocok tanam. Teknik ini dengan cara memutar nutrisi sehingga memudahkan aliran oksigen masuk ke dalam gully,” ujar pria yang telah bekerja setahun tersebut. Setelah itu, Ahmad menjelaskan tentang perlengkapan NFT, persiapan, langkah-langkah hidroponik, dan perawatannya. “Mengapa hidroponik? Karena dengan 35-40 hari saja sudah bisa panen. Kalau di luar negeri, jarang ada petani. Adanya pabrik petani berupa hidroponik dan sebagainya,” imbuhnya.

Usai penjelasan ringkas tersebut, para siswa menuju tempat budi daya tanaman hidroponik. Di sana diperlihatkan dua peralatan untuk perawatan hidroponik yang berfungsi menjaga kandungan nutrisi air dan menghambat serangga.

Para siswa pun juga tampak antusias bertanya seputar hidroponik ke pemandu. Pemandu bernama Eko Santoso itu dengan sabar menjawab seluruh pertanyaan siswa. Pria berusia 31 tahun itu juga secara detil menunjukkan proses hidroponik.

Tak hanya berfokus di bidang hidroponik, para siswa juga mencoba menanam padi. Meskipun awalnya ragu, mereka pun mau mencoba. Setelah itu, para siswa mengunjungi klinik tanaman. Di sana ada Taufik yang menjelaskan tentang budidaya tumbuhan secara umum. Pria berusia 62 tahun itu tampak amat senang saat para siswa bertanya. Lokasi-lokasi lain di kebun yang didirikan tahun 2016 itu pun juga dikunjungi siswa didampingi guru.

Pada pukul 11.20 para siswa berenang untuk menyegarkan badan. Usai istirahat dan makan, para guru dan siswa menuju masjid Cheng Ho untuk salat. Pukul 15.00 pun rombongan kembali menuju Kota Pahlawan.

Kepala SMPM 11 Arief Himawan SPdI mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan alam kepada para siswa secara langsung. “Mereka pun bisa mendapat pengalaman yang belum tentu bisa didapatkan di sekolah,” tambahnya.

Siswi kelas 7-B Niken Salsabilah Putri mengaku senang setelah mengikuti kegiatan itu. “Senang karena bisa belajar langsung di alam,” jelasnya. (Fikri Fachrudin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here