Kunjungi Lapas Wanita Kota Malang, Mobil KaCa UMM Beri Pelatihan Barista dan Product Photography

0
97
Warga binaan lapas saat mengikuti kelas barista. (captured by yasmin/klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Berkembangnya industri kopi dan masifnya pendirian kafe atau kedai kopi di Indonesia memberikan peluang kerja sebagai barista sebagai sebuah profesi baru yang cukup menjanjikan. Hal tersebut membuat Mobil Kamis Membaca (Mobil KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengunjungi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II-A, Sukun, Kota Malang, untuk memberikan pelatihan barista dan praktik kelas product photography, Kamis lalu (5/3/2020).

Sekitar 50 warga binaan masyarakat secara bergiliran mendapat dan mempelajari materi yang diberikan oleh Rino Anugrawan, fotografer di berbagai kegiatan dan event UMM. “Seni untuk mengambil gambar produk yang ingin kita pasarkan harus terlebih dahulu mengenai produk, fungsi, dan kegunaannya. Kemudian angle foto harus disesuaikan dengan pencahayaan yang ada,” terang Rino. Sejatinya, kata dia, seni memotret produk ataupun makanan membutuhkan “cerita” agar foto tampak lebih hidup.

“Warga binaan lapas sebenarnya juga mempunyai produk tersendiri berupa handcraft. Namun, untuk memasarkan di media online, kita kurang memahami bagaimana cara memotret produk yang lebih menarik,” ucap Maria, pengelola Pembinaan Kreativitas Lapas.

Oleh karena itu, kata dia, kehadiran Mobil KaCa memberikan pelatihan seperti ini diharapkan bisa menawarkan pengalaman baru. Warga binaan juga turut diberi kesempatan untuk memotret sebagai bekal yang akan berguna saat sudah keluar lapas.

Di hadapan warga binaan lapas, Rino Anugrawan menyampaikan materi fotografi. (captured by yasmin/klikmu.co)

Selain kelas product photography, terdapat pula kelas barista yang menghadirkan Helmi Mahendra selaku owner Kedai Kopi Rogascr dan Becak Kopi Keliling atau Becak Kolling sebagai pembicara. “Pembuatan kopi saat ini bukan sekadar membuat, tetapi saat ini banyak sekali masyarakat yang melihat peluang dan prospek dari sektor bisnis,” ucap Helmi yang juga merupakan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM.

Kegiatan kelas barista nantinya juga akan sejalan dengan rencana yang dibuat oleh Hamlana Riska Achmad Effendy selaku Pengelola Pembinaan Kepribadian Lapas. Hamlana menyatakan, nantinya lapas akan membuat usaha seperti kantin yang diberi nama “SAE”, singkatan dari Sarana Asimilasi dan Edukasi. Itu dijalankan oleh warga binaan lapas. “Kegiatan Mobil KaCa sangat efektif untuk menambah ilmu warga binaan lapas,” ujarnya.

“Adanya Mobil KaCa UMM sangat membantu kami untuk menambah kegiatan warga binaan lapas dengan mengadakan kelas dan pelatihan. Selain itu, buku bacaan yang disediakan oleh Mobil KaCa juga kita pinjam untuk kegiatan literas di lapas, karena minat membaca buku warga binaan tergolong sangat bagus,” tambah Hamlana, Kamis (5/3/2020). (Yasmin/Achmad San)

Produk kopi susu hasil olahan peserta lapas. (captured by yasmin/klikmu.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here