Kyai H.M Syuja’ Sang Visioner: Hospital, Armenhuis dan Wesshuis

0
247
Foto Kyai Haji Ahmad Dahlan diambil dari Republika.co.id

KLIKMU.CO*

Sebuah malam yang istimewa pada tanggal 17 Juni 1920 ( + 8 thn sejak Muhammadiyah dideklarasikan pada tanggal 18 November 1912 ), telah berlangsung rapat anggota Hoofd Bestuur Muhammadiyah yang dihadiri oleh kurang lebih 200 anggota dan simpatisan.Sebuah malam yang istimewa pada tanggal 17 Juni 1920 ( + 8 thn sejak Muhammadiyah dideklarasikan pada tanggal 18 November 1912 ), telah berlangsung rapat anggota Hoofd Bestuur Muhammadiyah yang dihadiri oleh kurang lebih 200 anggota dan simpatisan.

Rapat dimulai pukul 21.00 WIB dan dipimpin langsung oleh KHA. Dahlan dengan membaca surat Al Fatihah yang dilanjutkan dengan  penjelasan tentang masuknya bidang-bidang  yang akan berkembang dalam rangka menghadapi tantangan perkembangan zaman. Bidang-bidang dari HB Muhammadiyah tersebut yakni :1. Bahagian Sekolahan, diketuai oleh Sdr. H.M Hisyam,2. Bahagian Tablig, diketuai oleh Sdr. H.M Fahrudin,3. Bahagian Penolong Kesengsaraan Umum, diketuai oleh Sdr. H.M Syuja’,4. Bahagian Taman Pustakan, diketuai oleh Sdr. H.M Mokhtar

Maka oleh pimpinan rapat, bagian- bagian tersebut ditawarkan kepada anggota rapat untuk dimintakan persetujuannya. Alhamdulillah secara aklamasi para anggota rapat menyetujuinya. Selanjutnya para ketua bagian akan dilantik ( tetapi tidak disumpah ) oleh pimpinan, hanya diminta kesetiaannya akan sampai kemana masing-masing ketua memimpin usaha bagiannya.Dan para ketua bagian tersebut mulai menyampaikan gagasanny masing2, dimulai dari Bagian Sekolahan,Tablig,Pustaka, dan disambut pula dengan tepuk tangan dari anggota sidang dengan sangat meriah.

Tibalah giliran terakhir Bagian Penolong Kesengsaraan Umat menyampaikan gagasannya.
Sdr.H.M Syuja’ selaku Ketua Bagian Penolong Kesengsaraan Umum, tampil kedepan untuk dimintai pernyataannya. Akan sampai kemana hendak melaksanakan pertolongannya kepada umum ?” tanya KHA.Dahlan,  Jawab Sdr. H.M Syuja’ : “Hendak membangun hospital untuk menolong kepada umum yang menderita sakit .“ Jawaban ini agak menggemparkan pikiran hadirin, karena terlalu besar yang akan diciptakan dan tidak seimbang dengan kemampuan si penjawab di masa itu, sehingga mereka tertawa terbahak-bahak seolah mengherankan.

Tetapi pimpinan rapat, KHA. Dahlan tetap tenang dan bijaksana tidak ikut tertawa dengan orang banyak, bahkan beliau memberi isyarat dengan tangannya supaya hadirin tenang. “ Dan selain daripada itu, hendak membangun apa pula ?” Sdr. H.M Syuja’ menjawab : “ Hendak membangun armenhuis “. Para anggota rapat  tidak tertawa seperti sebelumnya, karena masih asing dalam bahasa itu. Sehingga pimpinan rapat perlu menanyakan : “ Apa artinya bahasa armenhuis itu ? “ Jawabnya : “ Menurut kata orang armenhuis artinya adalah rumah miskin.” Sontak hal itu membuat anggota rapat tertawa  lagi, seolah-olah mereka berpikir kembali membayangkan jawaban semula, tetapi KHA. Dahlan tetap tenang dan berisyarat menenangkan tertawa para peserta rapat.

Kemudian beliau bertanya kembali : “ Hendak membangun apa lagi ?” Jawabnya : “ Hendak membangun wesshuis “ Haa, ada pula kata-kata yang aneh lagi. “ Apakah kata weeshuis itu ?” Jawabnya : “ Weeshuis itu artinya rumah yatim “ Jawaban itu kembali membuat para peserta rapat tertawa, bahkan ada yang berkata : “ Itu kan pekerjaan pemerintah, apakah Muhammadiyah akan menjadi pemerintah ?”  Tetapi KHA.Dahlan  tetap tenang dan memberikan isyarat supaya anggota rapat kembali tenang.

 Selanjutnya pimpinan sidang mengucapkan terima kasih dan mengucapkan “ Alhamdulillah “ serta bersyukur kepada ALLah Yang Maha Tinggi dan Maha Murah dan mendoakan mudah-mudahan segala apa yang keluar dari ucapan yang suci dan murni dari para ketua bagian tersebut mendapat bimbingan dan tafiq serta hidayah dari Allah Subhana wa ta’ala untuk kelancaran terlaksananya maksud dan tujuan tersebut … Amiin

waktu menunjukkan pukul 24.00 malam, rapat akan segera ditutup dengan lancar, namun demikian Sdr. H.M Syuja’ meminta izin kepada pimpinan hendak menyampaikan sesuatu, dan permintaan itu dikabulkan oleh pimpinan sidang.

Maka segera   Sdr. H.M Syuja’ berbicara :

“PIMPINAN YANG MULIA DAN SAUDARA SEKALIAN YANG TERHORMAT, ASSALAMU ‘ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABARAKATUH. SUNGGUH SANGAT MENYESAL  DAN KECEWA HATI SAYA, KETIKA MENDENGAR SAMBUTAN ATAS JAWABAN SAYA TERHADAP PIMPINAN SIDANG DENGAN GELAK KETAWA YANG MENGANDUNG ISI SEOLAH-OLAH MELEMAHKAN SEMANGAT JIWA SAYA YANG PENUH KEYAKINAN ATAS DASAR PENGETAHUAN ( ILMU YAKIN ) DARIPADA AJARAN AGAMA ISLAM YANG SUMBERNYA KITAB SUCI ALQURAN DAN SUNNAH RASULULLAH SAW.”

“ DALAM AL QURAN DAPAT KITA LIHAT MASIH TERCANTUM SURAH AL MA’UN DENGAN NYATA DAN LENGKAP TIDAK SEHURUF PUN YANG KURANG SEKALIPUN BERUBAH ARTI DAN MAKNANYA TETAP SEJAK TURUN DIWAHYUKAN OLEH ALLAH SAMPAI KINI TETAP JUGA. MESKIPUN KITAB SUCI AL QURAN SUDAH BERABAD-ABAD DAN SURAH AL MA’UN  MENJADI BACAAN SEHARI-HARI DALAM SEMBAHYANG OLEH UMAT ISLAM INDONESIA PADA UMUMNYA, DAN DI YOGYAKARTA PADA KHSUSUNYA, NAMUN SAMPAI KINI BELUM ADA YANG SEORANG DARI UMAT ISLAM YANG MENGAMBIL PERHATIAN AKAN INTISARINYA YANG SANGAT PENTING ITU UNTUK DIAMALKAN DALAM MASYARAKAT. “

“ BANYAK ORANG ORANG DILUAR ISLAM ( BUKAN ORANG ISLAM ) YANG SUDAH BERBUAT MENYELENGGARAKAN RUMAH-RUMAH PANTI ASUHAN UNTUK MEMELIHARA MEREKA SI FAKIR MISKIN DAN KANAK-KANAK YATIM YANG TERLANTAR DENGAN CARA SEBAIK-BAIKNYA HANYA KARENA TERDORONG DARI RASA KEMANUSIAAN SAJA, TIDAK KARENA MERASA BERTANGGUNGJAWAB DALAM MASYARAKAT, DAN TANGGUNGJAWAB DI SISI ALLAH KELAK DI KEMUDIAN HARI.”

“ KALAU MEREKA DAPAT BERBUAT KARENA BERDASARKAN KEMANUSIAAN SAJA, MAKA SAYA HERAN SEKALI KALAU UMAT ISLAM TIDAK DAPAT BERBUAT. PADAHAL, AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA UNTUK MANUSIA, BUKAN KHALAYAK YANG LAIN. APAKAH KITA BUKAN MANUSIA ?! KALAU MEREKA DAPAT BERBUAT, KENAPAKAH KITA TIDAK DAPAT BERBUAT ? HUM RIJALUN WA NAHNU RIJALUN ( MEREKA MANUSIA,KITA PUN MANUSIA ) “

“ SAUDARA SAUDARA YANG TERHORMAT DAN YANG TERTAWA, RUPANYA SAUDARA SAUDARA ITU MASIH BELUM YAKIN PERCAYA KEPADA ALLAH SWT DAN BELUM YAKIN KEPADA KITAB NYA, SEHINGGA SAYA BERCITA-CITA AKAN MEMBANGUN HOSPITAL, RUMAH MISKIN, DAN RUMAH YATIM SAJA, SEOLAH-OLAH MUSTAHIL AKAN DAPAT TERLAKSANA, KARENA SAUDARA PANDANG KETIADAAN KEMAMPUAN KITA DI WAKTU SEKARANG INI, SEHINGGA CITA-CITA KITA, SAUDARA PANDANG MELAMPAUI BATAS. ALLAH TA’ALA TIDAK MEMERINTAHKAN KEPADA KITA HAMBANYA SESUATU YANG BUKAN BAKATNYA WALAUPUN SOAL YANG SEKECIL KECILNYA. TETAPI, ALLAH TA’ALA MEMERINTAHKAN KEPADA KITA SESUATU YANG KITA DAPAT MELAKSANAKAN WALAUPUN SOAL YANG BESAR DAN BERAT.”

 “ SAUDARA SAUDARA KITA MEMBANGUN PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH UNTUK MENAATI PERINTAH PERINTAH ISLAM YANG BERSUMBER KITAB AL QURAN. TAATILAH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH MENURUT PETUNJUK DAN SUNNAH RASULULLAH SERTA DENGAN KEPERCAYAAN YANG YAKIN DAN PENUH SEMANGAT YANG GIAT.”

“  SEKIAN TAMBAHAN KETERANGAN PERNYATAAN SAYA KEPADA PIMPINAN YANG DISAMBUT DENGAN GELAK KETAWA OLEH SIDANG INI MALAM. MUDAH MUDAHANLAH TAMBAHAN KETERANGAN SAYA ITU DAPAT MENAMBAH KESADARAN SAUDARA SEKALIAN ADANYA. WASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.“

Demikianlah sekedar penjelasan dari Sdr. H.M Syuja’ sebelum rapat ditutup. Sebab sesungguhnya beliau merasa kecewa dan heran ketika mendengar gelak tawa dari sidang yang mengandung ejekan, karena merasa dikejutkan oleh jawabannya yang muluk-muluk seperti hendak membangun hospital, armenhuis, dan weeshuis.

Sebenarnya Kyai Syuja’ memang mempunyai keyakinan dengan pasti, bahwa segala apa yang dijawabkan dalam sidang itu sungguh-sungguh akan dapat terlaksana. Jawaban beliau itu bukan atas dasar kesombongan, dan keyakinan yang pasti itu bukan pula atas dasar perhitungan akal pikiran yang tepat menurut ilmiah, melainkan keyakinan akan perintah-perintah serta janji Allah Ta’ala dalam Al Quran dan sunnah Rasul yang menjadi petunjuknya.

Dalam Al Quran Allah Ta’ala telah berfirman dalam surat Muhammad (47 ) ayat 7 : “ Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Alllah akan menolong kamu dan meneguhkan kedudukanmu “.

Demikian pula yang tertuang dalam Surat Al Ankabut ( 29 ) ayat 69 : “ Orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang menuju di jalan Kami, maka sungguh Kami akan memberi petunjuk kepada mereka akan jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik

Demikian sekelumit uraian yang menggambarkan jalannya persidangan pada hari tanggal tersebut di atas yang menghasilkan keputusan yang sangat besar faedahnya dan bersejarah bagi Persyarikatan Muhammadiyah yang tidak dapat dilupakan oleh segenap anggota Muhammadiyah.

*Sumber : Yuristiadhi, Ghifari, 2015. Aktivisme Hoofdbestuur Muhammadiyah Bagian PKO di Yogyakarta Sebagai Representasi Gerakan Pelayanan Sosial Masyarakat Sipil (1920-1931) . Jurnal Ilmu – Ilmu Keislaman Afkaruna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here