Kyai Mahsun Jayadi: Muballigh itu Makhluk Langka yang Perlu Diruwat

0
219
Makhluk Langkah: Para Muballigh tumplek blek diaula Pusat Dakwah Muhammadiyah surabaya sabtu malam kemarin.(Foto: Habibie)

KLIKMU.CO  Sebenarnya jujur sudah lama kami ingin mengumpulkan muballigh Muhammadiyah Surabaya, baru kesampaian malam ini kita semua bisa berkumpul disini.

Hal itu disampaikan oleh wakil Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Surabaya Mulyono Najamuddin, MPdI dalam kegiatan Silaturrahim dan dialog Muballigh Muhammadiyah se-Surabaya di ruang aula PDM Surabaya Jl Wuni No 9 Surabaya. Sabtu (21/4).

Menurut Mulyono Najamuddin, mengumpulkan Muballigh itu ternyata tidak gampang karena kesibukan yang dimiliki diundang sana diundang sini. “kami berharap yang hadir ini menjadi gerbong kemajuan di kota surabaya, 250 lebih Muballigh yang ada kalau itu semuanya berkampanye maka akan gempar surabaya, ternyata tantangan dakwah tidak gampang, tidak cukup dengan lisan tapi harus dengan bukti nyata”, paparnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Kyai Dr. Mahsun Jayadi MAg mengucapkan syukur Alhamdulillah bisa bersilaturrahim untuk meneguhkan jadi diri Muballigh Muhammadiyah disurabaya.

“kita proyeksikan nanti Muballigh adalah makhluk langka yang perlu diruwat dan rawat, selain dikasih kartu juga dikasih periksa gratis di RS milik Kita, belakangan ini Muhammadiyah melakukan gerakan yang luar biasa cepat disemua lini.” paparnya

Ustadz Mahsun, biasa beliau dipanggil menyampaikan bahwa dakwah itu adalah multi dialog, dakwah itu adalah dengan bilhikmah.

“Jadi dakwah itu mengajak manusia kejalan Allah dengan cara hikmah, hikmah itu artinya filsafat kebenaran bukan bijaksana dalam arti kita, memegangi kebenaran, mampu memusuhi taghut, beriman kepada Allah.” ujarnya.

Menurutnya, ada stragegi dan tahapan dalam berdakwah.

Pertama, dengan bahasa ujar, lisannya tergantung dimana kita berada atau bilisanil magaal, bukan tidak penting. ucapan itu bisa menentukan, Nabi diajak sahabat perang, kemudian Nabi bilang “iya.” maka jadi perang itu.

Kedua, kata Ustadz Mahsun, dengan bilisaanil kitaabah, dengan tulisan. Maka leterasi harus ditingkatkan. “Kita terus menulis sebisa kita.” tambahnya

Ketiga, dengan dakwah bilisaanil hal. “dengan bahasa perbuatan, dimasyarakat yang kumuh miskin tidak bisa diceramahi dengan politik tapi dicarikan solusi dan dibantu dengan dana.” tegasnya

Keempat, dakwah dengan bilisaanil isyarat, dengan bahasa isyarat.
sehubungan dengan kemajuan zaman, peristiwa 212 dijakarta itu mampu membangkitkan semangat mengakkan kebenaran walaupun itu lewat fb, WA, lebih 7 jt ummat bisa berkumpul jadi satu yang itu belum pernah terjadi.

Kelima, dakwah dengan bilisaanil medsos. media sosial, itu lebih menggetarkan. “Sembilan marga yang kuat itu kita balas hanya dengan medsos, sekarang sudah banyak grup, sehingga HP saya sering hang. ini adalah dakwah billisanil medsos.”

Diakhir tausiyahnya Ustadz Mahsun, menyampaikan bahwa PDM sengaja memfasilitasi bagi kader terbaiknya untuk berjuang bergerak bersama untuk terjun ke politik.

“Kita menyiapkan kader dari ormas siapapun untuk disalurkan kepolitik. ada sebuah prediksi katanya, apabila ada pimpinan yang tidak punya integritas, tidak punya ahklak, tidak punya kedaulatan ekonomi maka ini pertanda kehancuran. oleh karena itu mari kita siapkan kader yang berkualitas, sudah saatnya disemua lowongan kita masuki. melakukan jihad politik, meskipun Muhammadiyah bukan politik tapi kita harus memberi kontribusi positif”, pungkasnya.( habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here