Kyai Sa’ad Ibrahim: Saatnya Republik Muhammadiyah Memenangkan Jihad Politik Tahun Ini

0
3338
Foto Aktivis Muhammadiyah Surabaya sesaat setelah pengalangan dana jihad politik diambil oleh sutikno

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Sa’ad Ibrahim

Pada tahun 1988 saya dianugerahi Alloh dapat melanjutkan kuliah di Pascasarjana di Jakarta. Salah satu mata kuliah yang saya terima adalah Fiqh Syiyasah yang disampaikan Dr. Munawir Sadzali (Menag). Ada simpulan menarik disampaikan Dr. Mahmud Hilmi. Beliau menyatakan

“Apabila pemikiran Barat modern berselisih tentang kekuasaan negara, maka pemikiran Islam menegaskan bahwa kekuasaan itu milik Alloh. Sebagian kekuasaan itu diamanatkan kepada manusia. Kekuasaan harus disandarkan kepada Alloh”, ujarnya

Lebih lanjut beliau mengkutip  ayat ke 29 dan 30 Surat Al baqoroh

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.  Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.[2](al-Baqarah 29)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui“.(Q.S Al Baqarah : 30)

Kedua ayat tersebut diatas menegaskan bahwa Alloh menciptakan segala yang ada di bumi ini untuk dikelola manusia selaku kholifah. Alloh-lah pemilik kekuasaan.

Alloh mengamanatkan sebagian kekuasaan kepada manusia, khususnya kepada sebagian orang yang ahlinya. Inilah landasan teologis kekuasaan dalam pandangan Islam. Kekuasaan itu amanah atau titipan Alloh. Bila Alloh menghendaki kekuasaan bisa dicabut sewaktu-waktu
Ya, kekuasaan bisa dicabut dari tangan manusia.

Berkat kekuasaan, Rosululloh saw berhasil menunaikan amanat kekuasaan itu sampai Persia dan Romawi. Kekuasaan memang bisa memuliakan atau menghinakan manusia bergantung bagaimana manusia menegakkan amanat tersebut.

Di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA)  ada tulisan pesan KH Ahmad Dahlan ‘Hidup-hidupilah. Muhammadiyah”. Pesan ini menyiratkan agar kita memperjuangkan calon pemimpin Muhammadiyah. Di tahun politik ini Muhammadiyah Jatim khususnya memilih Muhammad Najib, MA sebagai calon DPD RI dan Arif An, SH sebagai Caleg DPR Jatim harus dimenangkan.

Negara berkewajiban mencerdaskan bangsa. Karena itu negara harus cerdas dulu agar bisa mencerdaskan bangsa. Muhammadiyah sangat berkepentingan untuk mengemban amanat negara tersebut dengan melakukan jihad politik.

Yakni politik nilai yang diaktualisasikan secara konkrit sejak semula dalam bentuk amal-amal dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya

Muhammadiyah saatnya untuk mempromosikan kader terbaiknya untuk duduk di jantung kekuasaan agar Muhammadiyah lebih bisa dirasakan bangsa ini khususnya. Tentu saja, politik yang dimaksud adalah politik memberi bukan menerima.

Maka seluruh elemen di Muhammadiyah harus bersama memperjuangkan jihad politik ini demi perbaikan bangsa ini. Kita harus yakin bahwa “Republik Muhammadiyah” ( disambut  gerrrrr  para hadirin, red) itu berusaha dan selalu untuk  melayani umat lebih baik sepanjang masa demi mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berkemajuan, Adil dan Makmur.

Muhammadiyah telah berusaha agar semua jajaran di Muhammadiyah ikut berjuang demi terwujudnya tujuan jihad politik ini. Demikian pula, Amal-amal Muhammadiyah harus digerakkan dan dilaksanakan secara profesional untuk mewujudkan misi Muhammadiyah demi nilai keadilan, kejujuran bangsa. Kita semua yakin dengan jihad politik ini, Muhammadiyah akan dapat memperbaiki bangsa ini. (AH)

*Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here