Kyai Zayyin Chudlori: Inilah Sifat yang “Diwariskan” Allah kepada Manusia

0
279
Foto Kyai Zayyin Chudlori saat memberikan pencerahan diambil oleh panitia

KLIKMU.CO – Ustadz Drs H.M. Zayyin Chudlori MAg bertindak sebagai penceramah dalam acara rutin tahunan Silaturrahim Syawwal 1440 H Keluarga Besar Mudipat di Auditorium Prof Din Syamsuddin di TMB, Ahad (23/6).

Sebelum memberi sambutan, Ustadz Zayyin menyampaikan apresiasi kepada sekolah karena telah membuatnya menjadi sekolah mal, yakni sekolah serba-ada. Team work-nya pasti solid. “Sekolah ini telah menjadi primadona di Surabaya,” ujarnya.

Wakil ketua PDM Kota Surabaya itu menuturkan, dalam konsep keislaman dianjurkan memberi maaf. Artinya, tidak boleh memiliki sifat dendam kepada sesama. “Meminta maaf itu soal gampang, manusiawi, tapi memberi maaf itu sangat mulia,” katanya.

Ustadz Zayyin, ketika statusnya sama, orang itu bisa saling berkomunikasi lancar. Tapi ketika status atau jabatannya naik sedikit, untuk menjalin komunikasi lebih sukar, bahkan memutusnya.

“Apakah sekiranya kalau kamu sudah diberi kekuasaan Allah, kemudian membuat kerusakan?” katanya. “Kalau sudah dapat jabatan, memutus tali silaturrahim,” tegasnya.

Orang seperti itu, katanya, akan dilaknat oleh Allah. Pesan Alquran, jangan sampai melupakan orang lain, bahkan keluarga, ketika sudah mendapat jabatan tinggi.

Ustadz Zayyin menambahkan, Allah mempunyai sifat yang diwariskan kepada kita. Di dalam Alquran Allah mengatakan, pandangan manusia tidak dapat menjangkau Allah, sedangkan pandangan Allah menjangkau manusia. “Artinya, Allah senantiasa melihat dan mengawasi segala aktivitas kita,” ujarnya.

Apakah sifat yang diwariskan itu? Ustadz Zayyin menyatakan, latif adalah sifat Allah yang diwariskan kepada manusia. Latif berarti kelembutan, kehalusan. Allah, kata dia, tidak mengajarkan kekasaran dan kekerasan.

Selanjutnya, arrahman dan arrahim memiliki perbedaan. Rahman bisa diberikan kepada siapa saja di dunia. Sementara itu, arrahim ialah kasih atau kesayngan Allah, bersifat ukhrawiyah.

“Tidak semua orang disayang Allah. Hanya orang tertentu yang diberi hidayah Allah,” tuturnya.

Bagaimana mendapat sayang/rahim dari Allah? Ustadz Zayyin menuturkan, orang belum akan disayang Allah kalau belum bersayang-sayang kepada sesama. Bahkan, tegasnya, bukan hanya manusia, melainkan juga hewan, tumbuhan, dan segela jenis makhluk Allah. “Maka, jangan memutus tali silaturrahim,” pintanya. (Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here