Lawatan ke Surabaya, Profesor Mantan Ketum Pemuda Ini Jelaskan Pendidikan yang Sebenarnya

0
307
Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Prof Dr Habib saat berkunjung ke Surabaya dan bertemu dengan pengurus Muhammadiyah di wilayah Jatim.

KLIKMU.CO – Belajar dan diskusi dengan tema perubahan sosial serta Kepribadian Muhammadiyah dibahas secara mendalam oleh mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Prof Dr Habib Chirzin saat berkunjung ke Surabaya (21/10/2019). Di samping itu hadir Dr M. Sulton Amin (PWM Jatim), Andi Hariyadi dan Ahmad Hidayat (MPK PDM Surabaya), serta Ahmad Rosyidi, M.Syahrul, dan Ari (PDPM Surabaya).

“Pertemuan ini sangat berharga memperkuat gerakan Muhammadiyah di tengah terjadinya percepatan perubahan sosial,” kata Dr Sulton saat membuka diskusi. Lantas, Prof Habib mencoba memaparkan perubahan-perubahan sosial itu, dengan menyampaikan keadaan di berbagai negara. Sebab, dia lebih dari 40 tahun melanglang buana.

“Maka diperlukan pendidikan yang kuat untuk melahirkan generasi yang berkarakter, memiliki jati diri, dan jangan sampai pendidikan melalui sekolah justru melahirkan generasi yang lemah, melahirkan lulusan yang justru berkontribusi menjadi kebodohan, yang tersistem dalam kerangka yang statis, pudarnya etika, kurang peduli dengan persoalan yang ada, dan terjebak rutinitas bidang keilmuannya saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan pentingnya model pendidikan yang mengembakan kemandirian, kecakapan multitalen, sehingga mampu memberikan kontribusi pada persoalan persoalan kehidupan.

Ahmad Rosyidi, ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya, bertanya apa yang harus dilakukan Pemuda Muhammadiyah dalam menyikapi perubahan sosial.

“Jalin terus berbagai jaringan yang ada untuk bersama berkiprah dan amanah terhadap tugas yang diemban. itu merupakan implementasi dari butir pertama dari Kepribadian Muhammadiyah, yang menyebutkan beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan,” jawab Prof Habib.

Dia berpesan agar kepribadian Muhammadiyah terus diimplemtasikan. Meski, selama ini dirinya baru pada butir pertama. (Andi Hariyadi/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here