Layaknya Pram, Para Napi Perempuan Ini Lahirkan Buku di Balik Jeruji Besi

0
151
Para napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang ikut meluncurkan buku. (Candra/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Mengikuti semangat salah sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, yang melahirkan banyak karya dari balik jeruji besi, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang juga melahirkan sebuah karya tulis. Sebuah buku antalogi berjudul Titik Nadir Penantian di-launching pada Kamis bulan lalu (14/1/2021).

Kali ini, buku tersebut dibedah dalam webinar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (6/2/2021). Agenda bedah buku yang berisikan 32 cerita pendek (cerpen) ini diselenggarakan melalui kanal Zoom dan Youtube Perpustakaan UMM.

Agenda ini turut mengundang Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Mariyah SSos MHum, pendiri Ruang Baca Komunitas Sofian Munawar MA, dan jurnalis Kurniawan Muhammad sebagai pembedah buku.

Mariyah mengatakan bahwa buku ini sangat menarik dari segi penyampaian cerita dan bahasa yang puitik. Cerpen ini juga mengandung nilai moral dan edukasi yang sangat tinggi.

“Jujur, saya jarang membaca cerpen. Menurut saya, membaca cerpen hanya membuang-buang waktu. Namun, ketika membaca buku ini, saya seperti tersentak dan tidak percaya bahwa para napi binaan mampu menulis karya sastra yang luar biasa di balik jeruji yang membatasi ruang geraknya,” terangnya.

Yusri Fajar SS MA, salah satu narasumber, mengisahkan pengalamannya saat kali pertama menjadi pemateri untuk para penghuni lapas. Ia mengaku bahwa pengalaman ini adalah sesuatu hal yang menantang dan menarik.

“Kali pertama saya mendapatkan kesempatan menjadi pemateri pelatihan di lapas, saya sangat penasaran dan tertarik. Selain saya tidak pernah masuk penjara, saya merasa bahwa orang-orang yang ada di penjara ini akan melahirkan karya-karya apik,” jelas dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB-UB) tersebut.

Di sisi lain, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati sangat mengapresiasi hadirnya webinar ini. Anna juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada para warga binaan di Lapas Kelas IIA Malang.

“Kami berharap dengan hadirnya buku ini dapat memotivasi dan meningkatkan semangat literasi, tidak hanya untuk para napi tetapi juga untuk masyarakat luas,” pungkasnya. (Candra/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here