Lestarikan Budaya, Siswa Sekolah Ini Mainkan Druknong

0
507

KLIKMU.CO – Galeri seni SD Muhammadiyah 18 Surabaya nampak ramai, Rabu (24/1) sore. Masih dengan mengenakan seragam sekolah, sebanyak 24 siswa tampak semangat berlatih Druknong. Druknong adalah kolaborasi seni teater tradisional ludruk dari Surabaya yang dicampur dengan lenong dari Jakarta.

Menurut Roni Handoko, S.Pd. guru kesenian sekolah yang berada di kawasan Mulyorejo tersebut, Druknong merupakan ludruk kebudayaan klasik Jawa khususnya Surabaya yang dikombinasi dengan lenong ala Betawi Jakarta yang lebih modern sehingga menghasilkan seni pertunjukan baru yang berbeda.

“Misalnya, dalam ludruk ada parikan, sedangkan dalam lenong ada pantun, kami padukan keduannya agar beda serta menarik bagi penonoton,” terang Roni.

Pada latihan itu, para siswa mementaskan lakon “Bertemu Teman Lama.” Naskah dibuat berdasarkan problematika kehidupan sehari-hari, dikemas ringan hingga mudah dicerna oleh anak-anak. Sedangkan, semua jalan cerita dipandu secara lisan oleh sutradara cilik Fazlevy.

Ludruk-Lenong:
24 siswa SD Muhammadiyah 18 Mulyorejo Surabaya sedang berlatih Druknong di galeri seni sekolahnya, Rabu (24/1) sore.

Pentas diawali dengan tarian Remo, dilanjutkan perkenalan pemain dengan iringan musik instrumental perkusi lagu nasional, Kulihat Ibu Pertiwi. Pertemuan tiga sahabat lama, Uwi, Syarif, dan Fahmi adalah inti dari cerita yang dibawakan. Dengan apik mereka menyuguhkan lawakan khas ludruk Suroboyoan dan lenong Betawi.

Pementasan mereka terasa lebih unik karena dikemas dengan suguhan tari tradisional dan iringan musik live lagu-lagu daerah seperti, Kicir-Kicir, Rek Ayo Rek, dan Gambang Suling yang dibawakan dengan perpaduan alat musik modern dan tradisional seperti biola, gitar, kentrung, gendang, tamborin, terbang, arakas, dan rebana.

Rencananya mereka bakal manggung pada akhir Februari di Gedung Convention Hall Surabaya dalam acara Andelas Trans Sains Festival (ATSF) 2018 di hadapan para guru dan murid-murod TK se-Surabaya.

Sementara itu, Fajrul Islam ats-Tsauri staf Humas sekolah tersebut berharap bahwa melalui Druknong tersebut, para siswa akan lebih menyukai budaya bangsanya.

“Semoga ini menjadi sajian hiburan alternatif dan mampu menggugah kesenangan dan kebanggaan anak-anak atas budaya bangsanya sendiri,” tegasnya. (Fajrul/ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here