Limas Cetak Generasi Qur’ani Dengan Khatmil Qur’an

0
116
Suasana Khotmil Qur'an dan Imtihan ke VII di SD Muhammadiyah 15 Surabaya

KLIKMU.CO – Sebanyak 126 siswa kelas II-VI SD Muhammadiyah 15 Surabaya mengikuti ujian hafalan Khatmil Qur’an dan Imtihan VII dengan Tema ” Mencerdaskan Bangsa Dengan Mencetak Generasi Yang Qur’ani”, Sabtu, (2/2).

Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 15 Surabaya Ali Shodiqin menjelaskan, kegiatan Imtihan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan pelajaran Al Qur’an di kelas serta program ekstrakurikuler tahfidzul qur’an.

Ali menjelaskan bahwa metode hafalan yang digunakan sambung Ali adalah selalu memuroja’ah (mengulang-ulang) hafalan setiap awal pelajaran, saat tilawah Al-Quran, Al Adabul Yaumiyah dan setiap pelajaran al-Qur’an.

“Jadi, setiap hari anak-anak memuroja’ah hafalannya minimal 4 kali,” jelasnya.

“Kita berharap dari kegiatan ini akan muncul generasi qur’ani yang dapat dijadikan teladan bagi anak-anak seumurnya secara khusus, dengan dukungan para orang tua juga tentunya,” pungkasnya.

Pendidikan Al Qur’an di sekolah Inspiratif yang bermitra dengan Pondok Pesantren Nurul Falah ini, tambah Ali Shodiqin, menjadikan SD Muhammadiyah 15 Surabaya sebagai Pilot project tingkat Asia Tenggara dan nasional dalam hal baca tulis Al Qur’an.

Sedangkan, Imam Syafii, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Wiyung dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas hasil jerih payah SD M Limas bersama Ponpes Nurul Falah dalam memberikan pendidikan Al Qur’an bagi anak didik.

“Mudah-mudahan ini terus berlanjut. Tidak sekedar menghapal saja melainkan juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kepada Bapak dan Ibu sebagai mitra sekolah, Kami ingatkan bahwa keluarga adalah kelompok yang pertama ketika anak ada. Sehingga dengan adanya partisipasi orangtua maka pembinaan oleh keluarga dan sekolah bisa lebih optimal,” ungkapnya.

Ustadz Abdul Rohmat dari Pesantren Nurul Falah turut menyampaikan, bahwa putra dan putri adalah aset. Sehingga peran orangtua sangat penting dalam mendidiknya. Termasuk dalam hal pendidikan Al qur’an.

“Allah dan rasul menyerukan bacalah Al quran dengan bacaan yang enak didengar. Baik suaranya, lantunannya, panjang pendeknya. Bacalah Al qur’an, kapan dan dimana saja. Sebab ia akan datang pada Kita saat hari kiamat,” kata Ustadz Abdul Rohmat.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Dimyati Kordinator Limas Tilawatil Quran, yang juga Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia BKPRMI Kota Surabaya menyebut kegiatan ini untuk memotivasi siswa yang belum sampai pada tahap ini dan juga memberikan penghargaan pada siswa yang telah selesai pensisikan Al Qurannya.

“Ini juga sekaligus bagian pendisikan karakter, dimana Kita mensingkronkan akademik dengan karakter anak didik,”tutup Ustadz Dimyati. (Ali Shodiqin/Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here