Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Telurkan 10 Buku dalam Sekali Terbit!

0
165
Sepuluh buku karya mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM yang siap dirilis,. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam waktu dekat akan merilis 10 judul buku. Yang berbeda dari proyek penulisan buku sebelumnya, pada 2020 ini mereka berhasil memecahkan rekor penerbitan buku terbanyak dalam sekali terbit: 10 buku! Kesepuluh buku ini merupakan proyek tugas akhir dari mata kuliah media dan masyarakat yang diampu oleh Nurudin MSi.

Buku-buku tersebut antara lain berjudul Kebebasan Media Mengancam Literasi Politik, Independensi Media Itu Omong Kosong, Relasi Kuat Antara Generasi Milenial dan Media, serta Peradaban Media Sosial di Era Industri.

Ceritanya, setiap mengawali perkuliahan, Nurudin selalu menawarkan kepada mahasiswa yang diajarnya untuk membuat proyek kepenulisan. Tidak melulu menerbitkan buku. Tradisi literasi ini dimulainya sejak 2009. ”Pokoknya harus ada publikasi. Kuliah jalan, nilai didapat, publikasi kampus juga ada. Pulang tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kenang-kenangan buku,” terang Nurudin via daring Senin siang (15/6).

Tahun 2020 ini, dosen yang dikenal sebagai ”provokator” menulis ini memberikan opsi menulis buku atau kuliah biasa saja. Empat kelas yang dia ampu memilih membuat buku, sementara sisanya memilih kuliah biasa. ”Karena pandemi Covid-19, yang milih kuliah biasa saya sarankan tugas UAS-nya menulis di media. Boleh media cetak, online, atau paling ringan nulis di blog,” kata dosen yang telah menerbitkan puluhan buku itu.

Penentuan tugas akhir apa yang diambil pun dilakukan secara demokratis. Dimusyawarahkan oleh seluruh mahasiswanya di kelas. Kemudian mereka voting, lewat Line atau langsung memutuskan di kelas. ”Saat memilih buku tentu saya, kan, harus memenuhi keinginan mereka. Lagian, itu sesuatu yang sangat baru bagi mereka. Ternyata mereka antusias dan bisa menulis,” ungkap pria yang baru-baru ini menerbitkan buku berjudul Agama Saya Adalah Uang tersebut.

”Ternyata, setelah mereka menulis dan diterbitkan jadi kecanduan. Yang nulis buku semangat ingin nulis lagi. Yang tugas nulis di media ingin juga menulis lagi. Setidaknya data ini saya dapatkan dari komentar mereka saat saya tanya bagaimana kesan setelah membuat tulisan,” ungkap mantan ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM itu.

Nurudin MSi, dosen Ilmu Komunikasi UMM yang mendorong mahasiswanya menerbitkan puluhan buku. (UMM/KLIKMU.CO)

Menerbitkan tulisan punya tempat tersendiri bagi Nurudin. Dengan menulis lantas menerbitkannya, justru punya hasil yang konkret, yakni karya. ”Kalau tidak, untuk apa? Paling naskah tulis itu dikumpulkan ke dosen, selesai. Kalau menerbitkan buku, kan, ada manfaatnya. Lalu, setelah mereka menulis di media, saya minta untuk mention akun Twitter saya dan Prodi komunikasi UMM. Tugas saya me-retweet-nya,” ujar Nurudin.

Sejak tradisi literasi ini digulirkan kali pertama pada 2009, jumlah buku yang diterbitkan beragam. ”Tidak tentu karena harus saya polling dulu saat kali pertama masuk kelas. Tahun 2019 ada 10 judul buku. Ini prestasi paling banyak jika dilihat dari jumlah judul. Tahun 2020 ada 9 judul buku. Juga artikel mahasiswa 3 kelas. Jika rata-rata per kelas 50 orang, akan ada publikasi 50 judul tulisan di media,” ungkap Nurudin.

Dari segi kualitas tulisan, Nurudin tak begitu mempermasalahkannya. Dia selalu mengapresiasi setiap mahasiswanya yang berani memulai memiliki karya. Dalam bentuk apa pun. ”Menurut saya, tulisannya bagus. Tentu dengan kemampuan mereka sebagai mahasiswa. Tentu saya tidak bisa memakai tolok ukur diri saya sendiri. Produk mahasiswa dan dosen itu kan karya? Menulis buku salah satunya,” tegas Nurudin.

Nurudin akan terus memotivasi mahasiswanya untuk menulis. ”Mungkin ini yang bisa saya lakukan. Minimal memaksimalkan kemampuan diri saya karena punya keahlian menulis. Sudah saatnya saya memberikan atmosfer menulis di tempat saya bekerja. Buku memang bukan pilihan satu-satunya. Tetapi, civitas academica dituntut untuk punya karya, buku hanya salah satu pilihan,” tandasnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here