Mahasiswa Ini Sumbangkan Alat Deteksi Suhu tanpa Kontak Fisik

0
132
Launching themperature detection di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. (istimewa/KLIKMU)

KLIKMU.CO – Mendukung era adaptasi kebiasaan baru (AKB), sekelompok mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiya Malang (UMM) mengimplementasikan alat themperature detection di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Alat ini salah satu solusi yang dapat digunakan berkala dalam pengecekan suhu tanpa berkontak fisik secara langsung. Pengecekan suhu dilakukan sebelum memasuki ruang layanan di pemerintahan Desa Balong Jeruk.

“Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PMM UMM Kelompok 81 Gelombang 4 mengadakan launching themperature detection awal September lalu yang dihadiri oleh Bapak Safi’i selaku kepala Desa Balongjeruk serta perangkat desa di Lingkungan Balai Desa Balongjeruk dan juga dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan dari kelompok PMM 81, yaitu Ibu Beti Istanti Suwandayani,” ungkap Habib, Koordinator Desa Kelompok 81 PPM UMM Gelombang 4, Kamis (1/10).

Secara resmi themperature detection dapat digunakan sebagai fasilitas umum di Balai Desa Balongjeruk. “Satu unit alat themperature detection kami serahkan kepada Pemerintahan Desa Balongjeruk. Dengan harapan dapat memudahkan dalam pengecekan suhu warga yang ingin datang untuk mendapatkan pelayanan di ruang pelayanan. Sekaligus sebagai penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 dengan adanya teknologi ini di Desa Balongjeruk,“ sambung Habib.

Alat ini mengunakan teknologi sensor Thermopile Array 8X8 atau juga biasa disebut sensor TPA64, yang merupakan sensor yang digunakan untuk membaca suhu tubuh manusia. “Penggunaan themperature detection akan membaca suhu seseorang yang berdiri di depan sensor tersebut. Jika suhu orang tersebut dengan nilai normal, yaitu kurang dari 37,8 derajat, orang tersebut diperbolehkan masuk ruang pelayanan,” kata Mohamad Al Fikih, anggota kelompok 81 PPM UMM selaku inisiator teknologi.

Namun, sambung Al Fakih, jika suhu yang terbaca oleh themperature detection lebih dari 37,8 derajat celsius,  buzzer (pendengung) akan berbunyi keras sebagai tanda orang tersebut tidak diperbolehkan untuk memasuki ruangan tersebut.

Sementara itu, Safi’i, kepala Desa Balongjeruk, serta perangkat desa di Lingkungan Balai desa Balongjeruk sangat mengapresiasi dan mengaku bangga terhadap mahasiswa yang mempunyai ide kreatif dan inovatif untuk membuat alat themperature detection. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here