Mahasiswa UM Surabaya Gandeng Ibu-Ibu Bikin Produk Fun Bag

0
179
Mahasiswa UM Surabaya yang tergabung dalam KKN Genteng Tegalsari mengajak ibu-ibu bikin Fun Bag. (Tri/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Mahasiswa UM Surabaya yang tergabung dalam kelompok KKN era pandemi 2020 dengan nama kelompok KKN Genteng Tegalsari mengadakan kegiatan membuat produk model pembelajaran berupa tas yang berisi beragam permainan edukatif dan menarik, Ahad (16/8).

Kegiatan yang dilaksanakan di Joglo Cak Markeso RW 04, Ketandan, Kelurahan/Kecamatan Genteng, ini dihadiri 10 ibu-ibu PKK. Mereka ikut dalam pelatihan tersebut dan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Nama produknya adalah Fun Bag. Mengusung slogan fun edu game in a pack, produk model pembelajaran ini diperuntukkan anak usia dini agae mereka tidak terlalu sering menggunakan gawai.

“Kami mengajak ibu-ibu untuk ikut serta dalam pembuatan produk ini karena ibu-ibulah yang merupakan pendidikan pertama bagi anak-anak. Di momen pandemi ini ibu-ibu harus tetap kreatif, produktif, dan inovatif dalam memberikan pendidikan usia dini bagi anak anak mereka,” tutur Tri Guntoro, ketua kelompok KKN.

Menurutnya, produk ini sangat mudah dibuat karena bahan-bahannya bekas seadanya. Misalnya, sarung bekas, kain spundbun bekas tas, kancing baju, spond eva, karton dupleks, dan lain-lain.

Tak hanya itu, produk ini dirancang dengan meliputi enam aspek yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak usia dini. Meliputi nilai agama dan moral, seni, bahasa, kognitif, sosial emosional, dan motorik. Terbagi dalam lima permainan di dalam satu tas tersebut, terdiri atas meronce, jumping number, tapak tangan dan kaki, puzzle geometry, dan kantong ajaib.

“Perancangan produk dengan meliputi enam aspek perkembangan ini memang wajib untuk dimasukkan karena sangat penting bagi perkembangan anak,” timpal Nadira, tim perancang produk.

Ke depan, Nadira berharap produk ini dapat menjadi opsi pembelajaran anak-anak usia dini di PPT Melati Ketandan dan juga dapat menginspirasi ibu-ibu untuk lebih kreatif dan produktif dalam memberikan pendampingan pendidikan bagi anak-anak mereka. (Tri/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here