Mahfud MD Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Negara Islami, Bukan Negara Islam

0
116
Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan sambutan di acara rakornas Pemuda Muhammadiyah. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Di tengah pandemi dan berbagai masalah kebangsaan, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Organisasi dan Musyawarah Wilayah Pemuda Muhammadiyah secara daring, Ahad (27/9).

Acara ini dihadiri lebih dari 200 orang dari 34 perwakilan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia. Rakornas juga turut dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, mantan Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Menko Polhukam Mahfud MD.

Membawa tema “Meneguhkan Kader Dakwah, Meneguhkan Semesta” Rakornas Bidang Organisasi yang pada awalnya dijadwalkan terselenggara di Kalimantan Timur namun batal karena pandemi ini dilakukan guna merumuskan peraturan organisasi di dalam masa darurat pandemi. Termasuk merumuskan pembangunan sistem big data yang merangkum data para kader dan mubaligh Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto berharap Pemuda Muhammadiyah terus melakukan inovasi dan membangun kebersamaan di antara setiap bidang sebagai satu kesatuan.

“Pembenahan akan dilakukan untuk mengoptimalkan potensi Pemuda Muhammadiyah memberikan kontribusi bagi kehidupan kebangsaan yang lebih luas sembari menopang wasathiyah (moderat),” tutur Cak Nanto, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi mendorong Pemuda Muhammadiyah hadir sebagai subjek perubahan hingga ke berbagai pelosok negeri. “Dengan membawa pemikiran keagamaan Muhammadiyah yang moderat, mencerahkan, dan berkemajuan,” paparnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk terus membangun bangsa melalui dakwah.

“Mari membangun Indonesia, sebagai negara islami, bukan negara Islam, agar semua umat Islam di Indonesia dapat berkontribusi, masuk dari berbagai pintu, jangan ekslusif,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Ahad (27/9/2020), sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Menurut Mahfud, Indonesia merupakan negara inklusif. Semua perbedaan primordial digabung menjadi satu kesatuan bangsa. Karena itu, ia meminta Pemuda Muhammadiyah terus berdakwah di jalan tengah, tidak menjadi Islam yang ekstrem.

Mahfud juga mengingatkan Pemuda Muhammadiyah agar tidak bertengkar soal wadah organisasi dan perbedaan dengan organisasi-organisasi lain dalam berdakwah.

“Muhammadiyah harus terus membawa nilai-nilai islami dan menyerukan kebaikan Islam kepada seluruh masyarakat dalam bernegara. Karena itu adalah hakikat dakwah,” kata mantan ketua MK tersebut. (Afn/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here