Majelis Tabligh PP Muhammadiyah: Ini Koalisi Ahli Surga, Maksudnya?

0
7951
Koalisi Surga: Fathurrahman Kamal(di podium) Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika di Masjid Al Islamiyah Pakal Surabaya.(Foto: Habibie)

KLIKMU.CO – “Tadi Ketua Cabang yang usianya paling muda siapa nggih? Yang tua berapa? tanyanya lagi,” kata Fathurrahman Kamal Lc. M.Si. Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang menirukan H. M. Arif An, SH dalam mengenalkan para mujahid Muhammadiyah tersebut.

“Ini para pimpinan cabang luar biasa hari ini kita berkoalisi untuk masuk surganya Allah,” katanya dalam pengajian Ahad Pagi Pencerah Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kota Surabaya yang berlangsung di Masjid Islamiyah Sumber Langgeng Sumberejo Kecamatan Pakal Surabaya, Ahad (22/4).

Ustadz Fathurrahman sebelum masuk pada inti pengajian juga menyarankan yang khusus ditujukan H. M. Arif An.

“Mas Arif, njenengan maju serius mas, liilaa kalimatillah,” begitu suport pembicara kali itu. Jadi kalau sesama muslim, tentu visinya adalah teruntuk agama Allah, “Wamaa khalaqtul jinna walinsa illaa liyakbuduun.”

Menurut Ustadz Fathurrahman, Islam harus diperjuangkan, karena itu potensi apapun yang kita miliki segenap masyarakat apalagi pimpinan di Muhammadiyah maka niat ini yang tidak boleh berubah.

“Innamal akmaalu binniyat,” lanjut Ustasz Fathurrahman, jadi saya kira Mas Arif mudah-mudahan diberkahi oleh Allah dan segenap pejuang kita yang ada dikota surabaya ini wabil khusus warga yang ada dipersyarikatan Muhammadiyah.

Sekarang sudah tiba saatnya kita ngaji, profokasinya sudah cukup, hee…

Dalam pengajian itu Ustadz Fathurrahman Kamal menyampaikan materi yang terkait dengan menyambut Bulan Suci Ramadhan.

“Ibu-ibu yang kelihatan sudah berkipas-kipas, yakinlah bahwa Insya Allah satu gerakan kipas yang ada didepan panjenengan, pada saatnya nanti akan berubah menjadi pintu-pintu syurga yang bagitu luas. Jadi jangan risau dengan suasana yang berangkali diruangan yang tidak ber AC, kita hadir disini untuk mencari keberkahan yang ditebarkan oleh Allah,” katanya.

Menurutnya, bahwa kajian Ahad pagi itu merupakan syiar yang luar biasa. Bukan semata-mata bentuk pengajian semata, tapi syukur.

Dia menambahkan, bahwa shalat subuh dijadikan barometer. bahwa dakwah kita masih semarak, dan itulah yang ditakuti oleh kekuatan apapun didunia.

“Selama shalat subuh kita masih kurang, walaupun didemonstrasi 212 sampai 7 juta orang. Di Kalimantan Selatan pak Bupati sudah menyiapkan mobil utk gerkan shalat subuh. Pemkot Surabaya menyiapkan mobil untuk gerakan shalat subuh, itu barokah betul,” katanya.

Dia menjelaskan, semua ingin Ummat Islam secara menyeluruh memiliki gerakan spritualitas baru, karena diantara ciri masyarakat modern apalagi Kota seperti Surabaya, dalam kebisingan dan kegaduhan sebetulnya masyarakat kita dan kita berada dalam suasana kesepian.

Misalnya facebook boleh ribut, instaqram boleh gaduh, semua media sosial sahut-sahutan, semua orang bisa menampilkan diri seindah mungkin dimedia sosial, tapi diam-diam manusia modern mengalami problem keterasingan diri. Semua orang sibuk dengan orang lain, semua orang sibuk dengan persoalan orang lain, kecuali dirinya sendiri.

Maka Muhammadiyah, lanjutnya, dalam musyawarah Nasional Tarjih kemarin itu mengangkat tema tentang spritualitas, gerakan ruqiah, karena inilah yang dihadapi masyarakat modern.

“Ayat yang sering sekali dan bahkan sangat menusuk didalam hati sanubari Kyai Ahmad Dahlan, itu adalah ayat yang berbunyi _’Aparaita manittakhada ilaa haahu hawaahu’,_ apakah engkau bisa memperhatikan ada orang yang mempertuhankan dirinya sendiri, mempertuhankan hawa nafsunya,” tandasnya.

Jadi, Fathurrahman menjelaskan, bahwa K.H Dahlan mengatakan persoalan terbesar Ummat Manusia itu adalah persoalan salah mengendalikan hawa nafsu, bahkan hawa napsu pada gilirannya itu menjadi sesuatu yang dipertuhankan oleh manusia.

Akan tetapi dalam penjelasan Kyai Dahlan, Allah sendiri yang menyatakan, bahwa manusia itu diciptakan pada asas fitrah, bening dan suci. Bahkan Allah didalam hadits qudsi menyatakan, ”Innii khalaktu ‘ibadiya khunafa’ fajtalabhumussyayaathiin,” Aku ciptakan hamba-hambaku dalam keadaan lurus tidak belok sana sini, tidak ada penyimpangan, semuanya lurus kedepan.

Fathurrahman menilai, kotornya jiwa manusia bisa disucikan. Persoalan manusia adalah kekotoran jiwa maka solusinya adalah harus ada upaya mensucikan jiwa.

“Maka pelajaran pertama beliau adalah sebetulnya bukan almaun tapi tazkiyatunnafsi. Kalau orang Muhammadiyah itu tidak rajin dzikrullah, menegakkan shalat, dzikrul maut, itu bukan orang Muhammadiyah. Kh Ahmad Dahlan katakan kepada murid-muridnya, kalau kalian bisa melakukan tiga hal ini dan kalian menyatakan jiwanya telah suci,” katanya menyitir dari pelajaran Kyai Dahlan. (Habibie/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here