Maklumat! Seluruh AUM Tidak Boleh Digunakan sebagai Tempat Shalat Id

0
2460
PDM Kota Surabaya yang diwakili M. Arif'an (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi. (klikmu.co)

KLIKMU.CO – Hari ini, Jumat (22/5/2020), baru selesai diselenggarakan rapat koordinasi antara Muhammadiyah Command Center Covid-19 (MCCC), Majelis Tarjih dan Tabligh (MTT), serta Majelis Majelis Tabligh (MT) PWM Se-Jatim.

Ada sepuluh kesimpulan yang dihasilkan dari rapat koordinasi itu. Berikut penjelasannya.

Pertama, seluruh pimpinan Muhammadiyah dari pusat sampai ranting wajib mengawal Maklumat PP Muhammadiyah tentang Tata Cara Ibadah dan Shalat Idul Fitri Selama Pandemi Covid-19.

Kedua, pimpinan wajib menjadi contoh dalam melaksanakan Maklumat PP Muhammadiyah tentang Tata Cara Ibadah dan Shalat Idul Fitri Selama Pandemi Covid-19, termasuk tidak mengadakan shalat Idul Fitri di lapangan dan tidak mudik Hari Raya Idul Fitri.

Ketiga, PDM, PCM, dan PRM tidak boleh membuat kebijakan sendiri-sendiri, tetapi harus satu barisan dengan kebijakan PP Muhammadiyah.

Keempat, sampai saat telah ada kesepakatan bersama pemerintah, MUI, NU, dan Muhammadiyah bahwa tidak ada shalat Idul Fitri di masjid atau di lapangan.

Kelima, seluruh Amal Usaha Muhammadiyah tidak boleh digunakan sebagai tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri meskipun ada desakan dari masyarakat karena alasan zona hijau atau belum ada korban.

Keenam, kita harus terus-menerus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker bila keluar rumah, cuci tangan, melakukan social distancing, physical distancing, menjauhi kerumunan masa, dan tidak melakukan mudik hari raya karena sampai hari ini belum ada antivirusnya dan obatnya adalah imunitas tubuh kita masing-masing.

Ketujuh, bila ada pimpinan atau warga Muhammadiyah yang tetap melakukan shalat Idul Fitri di lapangan atau masjid, pimpinan yang di atasnya harus melakukan koordinasi kepada yang bersangkutan untuk diberi penjelasan tentang bahaya Covid-19.

Kedelapan, pimpinan daerah diperbolehkan membuat surat edaran kepada PCM dan PRM untuk mematuhi Maklumat PP Muhammadiyah tentang Tata Cara Beribadah Selama Covid-19, termasuk tata cara shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Kesembilan, kurva persebaran Covid-19 masih sangat tinggi akibat pelonggaran pemerintah terhadap protokol pencegahan Covid-19, terutama menjelang hari raya Idul Fitri dan mudik Lebaran.

Kesepuluh, sebentar lagi pemerintah akan menerapkan sistem new normal atau berdamai dengan Covid-19 sekitar awal Juni. Sebab, pemerintah tidak sanggup menahan dampak secara ekonomi. Oleh karena itu,kita harus tetap menyiapkan diri dalam menghadapi kondisi tersebut. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here