Malik Fadjar Itu Pendidik Sejati sejak Masa Mudanya

0
141

Oleh: Habib Chirzin

Ketua Badan Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 1990-1995.

KLIKMU.CO

Sejak masa mudanya Mas Malik Fajar telah menekuni dunia pendidikan. Jiwa kependidikannya terus melekat pada diri Mas Malik pada saat mendapat amanah sebagai Rektor UMM dan UMS, sebagai Menteri Agama RI, Menteri Pendidikan Nasional, Menko Kesra RI, dan Wantimpres.

Saya mendengar cerita dari Taufiq Rahzen dan Rifaat Amhariz, bahwa Mas Malik pada tahun 1960-an pernah mengajar di Taliwang dan Sumbawa; bersama Ibu mereka. Sejak tahun 1980-an saya mulai bekerja sama dengan Mas Malik, bersama Mas Djazman Al Kindy. Rektor UMS waktu itu. Dalam pengembangan kampus UMM dan UMS, Mas Malik bekerja erat dengan Mas Djazman. Kemudian dengan Pak Mulyono, Rektor UM Jember.

Sejak Mas Moeslim Abdoerrahman masih di Jawa Timur, kami bertiga sudah sering berkomunikasi, dan diundang bersama-sama untuk beberapa acara. Banyak kawan yg memandang kami bertiga mempunyai pola pikir dan sikap budaya yang berdekatan.

Saat itu saya menjadi President SEARICE (South East Asia Regional Institute for Community Education) sejak 1982, yang berkantor pusat di Manila, tidak jauh dari UP Diliman Campus (the University of the Philippines). President SEARICE yang terakhir, Prof Chanet Nicky Khumtong, kawan lama saya dari Chulalongkorn University, Bangkok; baru meninggal pada bulan Januari 2020 yang lalu.

Menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-46, di kampus UMM Malang, saya diundang untuk berpanel tentang pendidikan nasional bersama Pak Taufik Abdullah, mantan Ketua LIPI, dan Prof Fauzan, Rektor Unesa di kampus UHAMKA, Jl Limau, Kebayoran Baru, Jakarta. Dengan pidato kunci oleh Mas Malik Fadjar.

Mas Malik adalah pendidik sejati sejak masa mudanya. Sekaligus penggerak dunia pendidikan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here