Maraknya Pernikahan Usia Anak, Negara Harus Hadir

0
155
Jasra Putra, M.Pd Komisioner KPAI Republik Indonesia

Oleh : Jasra Putra, M.Pd Komisioner KPAI Republik Indonesia

KLIKMU.CO

Pernikahan dini usia anak di Indonesia saat ini cukup tinggi yakni mencapai 300 ribu pasangan setiap tahunnya. Kondisi ini kalau dibiarkan oleh orang tua, pemerintah, dan masyarakat tentu akan membahayakan bagi tumbuh kembang anak.

Peristiwa pernikahan anak yang sedang heboh di Banteng sangat kita sayangkan. Negara tidak bisa hadir untuk mencegah pernikahan usia anak tersebut. Padahal dampak buruk bagi anak menikah usia dini sudah terlihat, diantaranya tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi alias putus sekolah.

Secara psikologis, mereka akan menanggung beban berat yang seharusnya tidak dialami oleh anak. Kesiapan mengandung dan mengasuh anak dalam usia tersebut akan menjadi kendala juga. Maka, anak mengasuh anak akan terjadi dalam keluarga tersebut. Oleh karena itu, fungsi-fungsi keluarga seperti fungsi ekonomi, sosial, agama, dan budaya tidak bisa diharapkan dari pasangan menikah usia anak.

Sangat disesalkan kejadian ini terus berulang, padahal keluarga ini memiliki ikatan keluarga yang seharusnya bisa dicegah kedua pasangan ini untuk menunda pernikahan sampai mereka dewasa dan melewati masa anak-anak.

Padahal, tujuan pernikahan tentu ingin melahirkan keluarga sakinah mawaddah waa rahmah yang bisa dipahami secara baik.

Pandangan keagamaan akan pernikahan yang sakral tersebut diharapkan terinternalisasi dalam kehidupan keluarga. Namun pernikahan usia anak dikhawatirkan nilai-nilai tersebut belum dipahami secara baik.

Kemudian dampak kesehatan organ reproduksi anak belum siap untuk mengandung secara sempurna dan andaipun pernikahan tersebut mengandung anak, maka tumbuh kembangnya dan termasuk asupan gizi anak akan bersaing dengan kebutuhan asupan gizi ibu yang masih dalam proses tumbuh kembang.

Karena itu hendaknya negara hadir dan mampu mencegah pernikahan usia anak. Meskipun ada upaya kebijakan atau aturan lainnya kearah sana, namun saat ini belum efektif menjangkau keluarga-keluarga di Indonesia yang membutuhkan informasi dan pandangan yang sama dalam perlindungan anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here