Marketing Buyer dan Customer, Apa Bedanya?

0
220
Ilustrasi diambil dari google

Oleh: Bobi Puji Purwanto (*)

KLIKMU.CO

Mungkin di antara pembaca ada yang bertanya-tanya tentang judul di atas. Apa maksudnya, gitu. Hehehe. Istilah yang saya ambil dalam judul tersebut adalah istilah saya sendiri. Istilah itu muncul ketika saya bertemu dengan sahabat lama beberapa waktu lalu. Dia cerita banyak soal profesi yang digelutinya. Menarik untuk disimak bersama.

Saat itu, saya datang ke tempat teman saya. Biasanya, saya sering tidak bertemu dengan dia. Namun, beberapa waktu lalu bisa bertemu. Saya dan dia ngobrol soal marketing. Memang, 2 sampai 3 bulan terakhir, dia menjalani profesi ini. Hasilnya lumayan, katanya. Memang ada benarnya, jika serius menjalankannya.

Dia bercerita bahwa dia pernah, istilahnya kasarnya, dibohongi sama temannya sendiri. Jadi, dia pernah ambil barang di temannya untuk dijualkan. Temannya ini seorang supplier. Dan temannya bilang iya bahwa barangnya akan segera diantar. Dengan perasaan bahagia, teman saya ini antusias untuk mencari banyak pembeli. Satu demi satu pembeli didapatkan. Sampai akhirnya, pesanan numpuk, tapi barang belum dikirim.

Teman saya bingung. Bagaimana ini. Setiap ada waktu luang, teman saya ini terus menghubungi temannya yang punya barang itu. Kapan dikirim dan kapan dikirim. Sampai kemudian, nomir WA teman saya diblokir oleh si supplier tadi. Singkat cerita, dari kejadian tersebut, teman saya sudah tidak berhubungan lagi dengan temannya dan memutuskan untuk berhenti jualan. Meskipun ada alasan lain lagi mengapa dia berhenti jualan.

Sambil menggelengkan kepala dan sedikit kaget, dalam hati saya berkata, “Kok bisa begitu ya, padahal dengan teman akrabnya.” Tapi sudahlah. Diambil pelajaran saja. Karena dengan itu, kita bisa jadi lebih baik.

Dan, pelajaran apa yang bisa diambil?

Begini. Menurut saya, jika si supplier di atas profesinya sebagai marketing atau sales, dia akan menjadi marketing yang hanya bisa mencari buyer. Apa buyer itu? Buyer itu pembeli. Dan buyer itu belum tentu bisa jadi customer. Customer itu istilahnya pelanggan setia. Dan sudah pasti buyer. Pembeli.

Ya, kan?

Iya. Kita bisa bayangkan misal. Bagaimana mungkin, seorang pembeli bisa nyaman dan senang kepada marketingnya apabila si marketing tersebut buruk dalam pelayanan. Apalagi barang yang pembeli pesan pengirimannya tidak tepat waktu. Apakah pembeli itu suatu saat mau pesan lagi? Tentu tidak. Justru, banyak kemungkinan negatif yang akan didapat si marketing tersebut. Misalnya, informasi buruknya pelayanan menyebar ke banyak tempat.

Ini yang harus kita perhatikan. Sebaiknya, dalam profesi apa pun sih, bukan hanya profesi marketing, kita harus menjadi seorang profesional yang memiliki karakter tepat waktu atau disiplin. Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Karena dengan karakter itu, kita bisa diterima banyak orang dan di tempat mana pun. Iya. Bahkan, kita bekerja jadi banyak yang membantu. Dan setiap orang yang bekerja sama dengan kita, jadi ingin nambah terus. Insya Allah. Mari kita coba.

(*) Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PC Pemuda Muhammadiyah Wonokromo, Kota Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here