Masalah Ekologi dan Pembaharuan Gerakan Muhammadiyah

0
314

Oleh: Fiqih Ferdi Firdausi (*Kader IMM UINSA Surabaya)

KLIKMU.CO – Persoalan lingkungan hidup (ekologis) di Indonesia, akhir-akhir ini telah menjadi masalah yang sangat kering perhatian, bahkan cenderung tidak diabaikan apalagi hendak diselesaikan secara berkeadian. Padahal seharusnya suatu negara itu harus dapat menjamin ruang hidup yang layak dan sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jika kita melihat dan membaca pemberitaan tentang masalah-masalah tersebut, telah ada beberapa kasus ekologis yang sampai saat ini tak kunjung ada penyelesaian yang memuaskan dan bahkan justru semakin berlarut-larut, mulai dari kasus Waduk Sepat di surabaya, kasus tambang emas Tumpang Pitu di Banyuwangi, juga kasus limbah racun Lakardowo di Mojokerto yang sampai sekarang masih belum menemui titik terang. Tidak terhitung perlawanan dan demonntrasi yang dilakukan mereka para terdampak guna mencari keadilan, muali dari tingkat Daerah hingga Nasional. Semua itu dilakukan dengan tujuan mencari keadilan dan pemerintah dapat mengembalikan ekosistem alam yang seimbang.

Persoalan yang seperti ini, tentu juga harus menjadi konsen bagi organisasi besar sekelas Muhammadiyah. Muhammadiyah juga di tuntut oleh zaman untuk terus melakukan pembaruan aksi dan tak boleh puas dengan capaian amal usaha pendidikan dan kesehatan. Sangat menarik seperti di surabaya, sekarang telah ada para pemuda yang tergabung dalam aliansi Kader Hijau Muhammadiyah yang bermula dari pendampingan mereka di waduk sepat kecamatan lakarsantri. Seluruh kader tersebut akhirnya disatukan dengan suatu keinginan bahwa Muhammadiyah sebagai oraganisasi besar di Indonesia, harus dan wajib turut serta untuk angkat bicara akan berbagai polemik ekologis yang ada di Indonesia, tak memandang dari golongan mana yang terpenting adalah bagaimana kita bersatu untuk mendirikan keadilan dan mengembalikan tata ruang hidup yang sehat dan layak.

Alam nusantara kita sudah terlalu rusak akibat tamaknya pembangunan dengan dalih menuju masyarakat maju dan modern, semua itu diyakini dengan segala justifikasi perencanaan akademik yang cenderung pincang pada hak alam dan lingkungan hidup. Apa yang sedang dipertontontkan di republik ini adalah tragedi kita bersama di mana semua pemilik modal berlomba menggunakan kekuasaan dan kebebasannya untuk mendapatkan sebesar-besarnya keuntungan ekonomis meskipun dengan cara merusak ruang ekologis.

Jika warga Muhammadiyah tetap saja bersikap diam, maka bisa jadi kita akan menuai dosa sosial akibat pembiaran pembangunan yang tanpa kendali (berlebihan), demi kehidupan anak-anak kita kedepan, artinya agar mereka menuai apa yang kita lakukan sekarang, denga melakukan penyelamatan lingkungan hidup yang terus kita kita gencarkan sekarang.

Dalam hal ini Muhammadiyah harus tegas memerangi para perusak lingkungan hidup yang bersembunyi di dalam gembong pemerintah. Jihad ekologi harus menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam mendampingi masyarakat menuju keselamatan.

Fiqih Ferdi Firdausi (*Kader IMM UINSA Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here